Gadget

Kontroversial, Fitur SIM Digital di iPhone Terpaksa Ditunda

  • 26 November 2021
  • Bagikan :
    Kontroversial, Fitur SIM Digital di iPhone Terpaksa Ditunda Ilustrasi SIM digital di iPhone. Foto: dok. Slashgear/Apple

    Uzone.id -- Jika kalian masih ingat rencana Apple ingin menghadirkan fitur lisensi mengemudi, atau SIM (Surat Izin Mengemudi) di dalam sistem operasi iOS 15, terpaksa fitur ini harus ditunda kehadirannya.

    Alasannya sederhana, fitur SIM digital di dalam iPhone ini begitu kontroversial.

    Sistem operasi iOS 15 nyatanya sudah dirilis, namun SIM kemudi digital ini harus ditunda. Apple mengumumkan bahwa fitur ini kemungkinan akan hadir pada awal tahun 2022, meleset dari target awal yang rencananya akan diperkenalkan fungsinya jelang akhir 2021.

    Jika melihat rencana perusahaan, SIM kemudi digital ini awalnya akan hadir di perangkat iPhone dan Apple Watch. Sesuai namanya, fitur ini akan menambah versi digital dari SIM kemudi ke Apple Wallet. Tujuannya agar ketika pengguna sedang bepergian, SIM digital ini dapat menjadi bukti sah.

    Baca juga: Apple Patenkan Bodi iPhone Serba Kaca

    Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus dari fitur ini tentu berada di ranah keamanan. Sekilas fitur ini mungkin bermanfaat, namun sistem keamanan di dalamnya memang memantik kontroversi.

    Ilustrasi tampilan SIM digital di iPhone/dok. Slashgear

     

    Mengutip Slashgear, Apple berargumen bahwa fitur SIM digitalnya lebih aman dibandingkan kartu fisik. Data yang disimpan di dalam iPhone akan dikunci di balik Face ID atau Touch ID, tergantung jenis perangkat yang digunakan pengguna.

    Apple juga mengatakan kalau iPhone maupun Apple Watch tidak perlu diberikan kepada petugas kepolisian.

    Baca juga: iPhone 8 Masih Layak Dibeli di 2021?

    Berbeda dengan kartu fisik, ponsel pintar dan jam tangan pintar akan ditempel di pembaca identitas dan tidak perlu lepas dari tangan si pemilik. Perangkat yang digunakan, baik itu iPhone ataupun Apple Watch, juga dapat dalam posisi terkunci saat dilakukan pemindaian.

    Di sisi lain, para pakar privasi menyuarakan kekhawatiran mereka bahwa sistem seperti ini bisa digunakan sebagai alasan untuk penyitaan perangkat dan mengarah pada pelacakan ID terpusat, serta berpotensi merusak kontrol pribadi atas identitas data.

    VIDEO: Asus Zenfone 8, Mau Saingi iPhone 13 Mini?

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini