
-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan skema pembiayaan perumahan khusus untuk generasi milenial.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, akan ada beberapa keringanan yang diberikan kepada milenial. Salah satunya adalah bunga kredit yang tidak lebih dari 5 persen dan uang muka atau down payment sebesar 1 persen dari total harga rumah.
“Ya itu masih depersipkan. Dihitung dulu,” kata Basuki saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Hamid, menyampaikan instansinya masih merumuskan arahan yang sebelumnya telah disampaikan atasannya tersebut.
Termasuk, kata dia, soal apakah program tersebut bakal masuk ke dalam skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang sudah ada atau menggunakan skema baru.
Sesuai arahan Basuki pula, kata Khalawi, direktoratnya bakal mengkaji penghilangan batas gaji pokok untuk pengajuan KPR bersubsidi yang besarnya Rp4 hingga Rp7 juta.
“Perencanaan skemanya, termasuk batasan gaji pokok. Nanti kami hitung apakah proper dan sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata Khalawi saat dikonfirmasi reporter Tirto, Selasa (11/12/2018).
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono menyambut baik program perumahan yang menyasar kalangan milenial tersebut. Apalagi, saat ini BTN sudah mengeluarkan program KPR Gaeesss! yang juga menyasar kalangan muda.
Namun demikian, kata dia, program itu harus dimatangkan terlebih dahulu agar sejumlah kendala seperti yang sebelumnya terjadi di program FLPP bisa teratasi. Di antaranya, soal bunga kredit dan jangka waktu cicilan (tenor).
Dengan demikian, kata Maryono, risiko bisa dimitigasi sejak awal dan kredit macet dapat ditangkal.
"Ya jadi memang milenial ini, kan, yang gajinya tinggi harus dididik supaya tidak hanya konsumtif. Tapi penghasilannya sebagian itu bisa buat hunian yang layak," ujarnya saat dihubungi reporter Tirto.
Maryono optimistis bahwa strategi untuk menggaet konsumen milenial hingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendorong pertumbuhan sektor properti dan bisnis bank.
Karena itu, kata dia, BTN terus berinovasi mengembangkan produk KPR yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.
Hingga saat ini, BTN sudah memberikan KPR untuk 4,2 juta unit rumah, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi. Nilai KPR yang sudah terealisasi lebih dari Rp 257,6 triliun.
"Tahun 2019, kami mematok pertumbuhan kredit sekitar 15 persen, dengan mengandalkan KPR sebagai pendorong utama selama pemerintah memantapkan program satu juta rumah," ungkap Maryono.
Baca juga artikel terkait KPR MILENIAL atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana