Krisis Chip AI Berlanjut, Harga Google Cloud Ikutan Naik?

Highlight Artikel
- Krisis chip memori akibat perkembangan AI diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2027.
- Krisis ini berpotensi menyebabkan kenaikan harga produk teknologi untuk menekan biaya produksi.
- Google Cloud berkomitmen untuk tetap memberikan layanan dan harga yang stabil bagi penggunanya.
- Google dapat mengelola lonjakan permintaan chip berkat jaringan pemasok yang solid dan tidak bergantung pada satu produsen.
- Meskipun berkomitmen pada stabilitas, Google tidak menampik kemungkinan penyesuaian harga jika terjadi lonjakan yang sangat tinggi.
Uzone.id — Krisis chip memori
akibat perkembangan kecerdasan buatan AI yang semakin meningkat masih menjadi
tantangan perusahaan teknologi global, salah satunya adalah Google.
Dampak Krisis Chip dan Prediksi Waktu
Kabarnya, krisis ini akan terus terjadi hingga 2027 mendatang dimana tahun tersebut akan menjadi tahun paling kelam di sejarah industri semikonduktor. Gak heran kalau perusahaan teknologi kini sedang bertindak cepat untuk mengatasi hal tersebut.Salah satu dampak yang kemungkinan akan dirasakan oleh
pelanggan nantinya adalah kenaikan harga pada produk untuk menekan harga
produksi perusahaan yang juga ikut membengkak.
Komitmen Google Cloud Terhadap Stabilitas Harga
Menghadapi kemungkinan adanya dampak tersebut, Google Cloud
memastikan bahwa pihaknya akan tetap memberikan layanan dan harga yang tetap
stabil bagi pengguna di tengah kondisi krisis pasokan di industri teknologi.
Karim Siregar, Country Director Google Cloud Indonesia dalam
acara Google Cloud Briefing, Rabu, (15/07) mengatakan bahwa tren tersebut tentu
akan berdampak pada pelanggan maupun harga. Namun, hal ini tidak hanya dialami
oleh Google saja melainkan oleh perusahaan hyperscale lainnya juga.
“Jadi, tentunya bukan hanya Google. Kalau di antara kami
sendiri, kami akan mencoba sebisa-bisanya untuk memastikan harga itu di level
yang tepat,” tambahnya.
Meski begitu, Karim tidak menampik kalau nantinya ada
potensi kenaikan harga di layanan yang mereka tawarkan.
“Tapi kalau memang ada lonjakan harga yang sangat-sangat
tinggi memang kita harus melakukan adjustment. Kalau kita lihat memang
di dunia penyediaan cloud compute itu sampai 1-2 tahun ke depan itu udah di
fully boom gitu ya. Jadi dengan demikian harganya itu bisa lebih stabil,”
tambah Karim.
Strategi Google dalam Mengatasi Lonjakan Permintaan
Terlepas dari dampak tersebut, Google menegaskan bahwa
mereka bisa mengelola lonjakan permintaan dengan baik. Hal ini karena Google
memiliki jaringan pemasok (network of suppliers) yang solid. Mereka
tidak hanya bergantung pada satu produsen saja untuk membuat chip TPU maupun
GPU.
“Sejauh ini kami bisa mengelola peningkatan demand tersebut
dalam hal misalnya AI accelerator kami. Karena kami memiliki network of
suppliers atau jaringan pemasok yang cukup baik untuk kami bisa tetap
memberikan solusi TPU maupun GPU kepada semua user Google Cloud,” kata Moe
Abdulla, Vice President of Technology and Customer Engineering, APAC, Google
Cloud.
FAQ Artikel
Apa penyebab krisis chip memori?
Krisis chip memori disebabkan oleh peningkatan pesat perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan lebih banyak chip.
Sampai kapan krisis chip memori ini diperkirakan berlangsung?
Krisis ini diperkirakan akan terus terjadi hingga tahun 2027, yang diprediksi menjadi tahun paling sulit dalam sejarah industri semikonduktor.
Bagaimana dampak krisis chip terhadap harga produk teknologi?
Krisis chip berpotensi menyebabkan kenaikan harga pada produk-produk teknologi untuk menekan pembengkakan harga produksi perusahaan.
Apa sikap Google Cloud terkait harga layanannya di tengah krisis ini?
Google Cloud berkomitmen untuk tetap memberikan layanan dan harga yang stabil bagi penggunanya, meskipun tidak menampik potensi penyesuaian harga jika terjadi lonjakan biaya yang sangat tinggi.
Bagaimana Google Cloud bisa mengatasi lonjakan permintaan chip?
Google Cloud dapat mengelola lonjakan permintaan karena memiliki jaringan pemasok (network of suppliers) yang solid, sehingga tidak bergantung pada satu produsen untuk chip TPU maupun GPU.