
Sekitar 50 juta orang di seluruh dunia mengalami kejang, artinya sekitar 1 dari 10 orang di dunia pernah mengalami kondisi ini setidaknya satu kali dalam hidupnya.
Jika seseorang di sekitar Anda mengalami kejang, memahami langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk membantunya melewati episode tersebut akan membuat perbedaan besar.Kejang sebenarnya adalah rangkaian gangguan yang mempengaruhi aktivitas listrik dalam otak. Tidak semua kejang akan menghasilkan episode dramatis yang seperti orang-orang pikirkan seperti tubuh bergetar hebat, mulut berbusa, bola mata berbalik ke atas. Namun, kebanyakan kejanga ditandai oleh goncangan yang tidak terduga.
Kenyataannya, episode kejang klasik, di mana pasien kehilangan kontrol otot, tangan dan/atau kaki berkedut, mulut berbusa (akibat ludah yang tertiup melalui gigi yang terkatup rapat), atau jatuh pingsan, hanya salah satu dari banyak jenis kejang yang ada. Kondisi seperti ini disebut dengan kejang tonik-klonik umum. Tapi, ciri seperti ini hanya mewakili satu dari sekian banyak jenis kejang.
Serangan kejang dapat terlihat menakutkan, terutama jika Anda tidak pernah berhadapan dengan kondisi ini sebelumnya. Meskipun mungkin Anda merasa tidak berdaya di sekitar korban, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu.
Kejang dapat berlangsung selama beberapa menit dan orang tersebut mungkin membutuhkan waktu beberapa jam untuk kembali pulih sepenuhnya. Catat lama waktu episode tersebut, jika memungkinkan. Jika berlangsung lebih dari tiga menit atau orang tersebut sedang hamil (tidak peduli seberapa lamanya kejang terjadi), segera hubungi bantuan medis (110/118).
Jika korban dalam posisi berdiri, perlahan bantu orang tersebut berbaring di lantai. Kemudian, miringkan tubuhnya ke satu sisi. Hal ini akan membantunya untuk bernapas lebih baik.
Lepas kacamata, dasi, ikat pinggang, atau apapun di sekitar leher yang mungkin dapat menyulitkan ia bernapas. Longgarkan kerah bajunya. Singkirkan area dari benda-benda tajam dan berbahaya untuk mencegah cedera.
Selipkan sesuatu yang empuk dan datar, seperti lipatan baju atau jaket, di bawah kepalanya. Berhati-hati untuk tidak memberikan terlalu banyak tekanan pada tubuhnya.
Jangan memaksakan apapun, termasuk jari Anda, ke dalam mulut korban. Memasukkan benda asing ke dalam mulut korban dapat menyebabkan cedera, seperti gigi atau rahang yang patah. Anda juga berpeluang untuk tergigit.
Jangan mencoba menahan atau memindahkan orang tersebut. Hal ini juga dapat menyebabkan cedera, seperti bahu terkilir. Jangan pula menggoncang-goncangkan korban untuk menyadarkannya.
Jangan lakukan CPR atau bantuan napas buatan. Biasanya korban akan kembali bernapas dengan normal dengan sendirinya setelah pulih.
Periksa tubuhnya untuk kemungkinan cedera.
Jika selama kejang korban mengalami kesulitan bernapas, buka mulutnya dengan perlahan untuk membersihkan isi mulut dari residu muntahan atau air liur. Jika sulit, segera dapatkan bantuan medis.
Tetap temani korban sampai kejang berakhir dan setelah ia tersadar sepenuhnya. Jika ia sudah bisa memberikan respon sadar, bantu ia untuk duduk di tempat yang aman. Setelah ia mampu berkomunikasi, beri tahu apa yang telah terjadi dalam bahasa sederhana. Tenangkan korban dan terus periksa tanda-tanda vital, seperti pernapasan dan denyut nadi.
Biarkan ia beristirahat atau tidur sejenak sampai bantuan medis datang. Kebanyakan orang setelah mengalami kejang akan merasa sangat mengantuk, bingung, dan kelelahan.
Jangan tawarkan makanan atau minuman apapun sampai orang tersebut benar-benar sadar dan responsif.
Tidak semua episode kejang memerlukan bantuan medis darurat. Meski demikian, segera hubungi bantuan medis (118) dalam situasi berikut:
BACA JUGA:
The post Langkah-langkah Menolong Orang yang Kejang appeared first on Hello Sehat.