Gadget

Layar Lipat Galaxy Z Flip Dibilang Abal-abal, Ini Tanggapan Samsung

  • 20 February 2020
  • Bagikan :
    Layar Lipat Galaxy Z Flip Dibilang Abal-abal, Ini Tanggapan Samsung

    (Foto: Uzone.id/Hani Nur Fajrina)

    Uzone.id — Sejak Galaxy Z Flip diperkenalkan di ajang Galaxy Unpacked Samsung di San Francisco, Amerika Serikat, banyak yang penasaran dengan kecanggihan layarnya. Diklaim berbahan kaca, tapi banyak reviewer yang meragukannya.

    Ngomongin ponsel layar lipat, memang daya tariknya selalu ada di layarnya. Teknologinya harus canggih agar pengalaman pengguna jadi lebih maksimal saat menggunakan ponsel.

    Saat Galaxy Fold meluncur, Samsung mengatakan materialnya belum kaca, melainkan polymeid. Inovasinya kemudian berkembang dan melalui Z Flip, Samsung berhasil memamerkan teknologi layar baru yang diberi nama Ultra-thin Glass (UTG).

    Yup, akhirnya Galaxy Z Flip bisa mengusung layar berbahan kaca fleksibel yang bisa dilipat sampai 200 ribu kali.

    Baca juga: Baru Dilipat, Layar Galaxy Z Flip Sudah Retak

    Kebanggaan Samsung ini kemudian terusik gara-gara beberapa YouTuber dari luar negeri melakukan tes ketahanan layar. Salah satunya channel JerryRigEverything.

    Pada intinya, Galaxy Z Flip mudah lecet hanya ditekan kuku, apalagi digores pisau. Dari sini langsung muncul pertanyaan apakah Z Flip benar-benar memakai layar berbahan kaca atau masih plastik.

    “Ini Ultra-thin Glass, inovasi layar terbaru dari kita. Sebelumnya itu ‘kan polymeid, ini sudah peningkatan banget. Semuanya bisa terlihat sih perbedaannya,” ucap Taufiq Furqan selaku Product Marketing Manager Samsung Indonesia saat berbincang dengan Uzone.id di Jakarta, Kamis (20/2).

    Taufiq menjelaskan soal ketipisan dan bahan dari UTG itu sendiri. Diberi nama “ultra-thin” memang karena lapisan layarnya super tipis, namun tetap fleksibel seperti halnya plastik.

    (Foto: Uzone.id/Hani Nur Fajrina)

    “Lekukan atau di bagian engsel itu gak sampai berbekas banget, pas disentuh bisa terasa harusnya dia lebih keras. Ini yang bikin beda dari foldable phone Samsung lain,” lanjut Taufiq.

    Sementara Verry Oktavianus selaku Product Manager Samsung Indonesia turut menambahkan, lapisan kaca pada Z Flip sudah dilapisi oleh beberapa lapis material agar semuanya aman dan bisa dilipat secara fleksibel.

    Baca juga: Galaxy Z Flip vs. Motorola Razr, Mana Lebih Tahan Banting?

    "Sebelum kita jual ke masyarakat, sebelum barang itu sampai di tangan konsumen, Samsung itu sudah melalui protokol yang sangat ketat dari produksi dan tingkat keamanan produk ini. Jadi harusnya sih sesuai semua ya. Kami juga memberi pedoman pemakaian kepada konsumen, mau bagaimana pun ini layar lipat, penggunaan harus tetap dirawat dan lebih hati-hati saja, ini 'kan teknologi baru," sambung Verry di tempat yang sama.

    Layar Ultra-thin Glass pada Galaxy Z Flip ini berukuran 6,7 inci, sedangkan kalau dilipat ukurannya 4 inci.

    Aspek rasio layar Galaxy Z Flip 22:9, sehingga diklaim sangat nyaman untuk menonton video atau film. 

    Di Indonesia, Galaxy Z Flip dibanderol Rp21,888 juta.

    Dengan harga premium, ponsel ini diotaki oleh prosesor kelas atas Qualcomm, yakni Snapdragon 855+ dan disandingkan dengan RAM 8GB serta memori internal 256GB.

    Kapasitas baterainya 3.300 mAh, kamera Z Flip di bagian belakang mengusung resolusi 12MP f/1.8 dan12MP ultra-wide. Sementara kamera depannya dipersenjatai resolusi 10MP.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini