
Di masa kini, status seseorang dilambangkan dengan berbagai kepemilikan perhiasan, ponsel, mobil, atau kendaraan terbaru. Namun di masa lalu, simbol status seseorang ditandai dengan tanda yang lebih sederhana.
Di masa Roma Kuno, status seseorang dilambangkan dengan sebuah lemon.
Sebuah penelitian baru dari Tel Aviv University, sebuah lemon dan juga jeruk lainnya digunakan sebagai penanda orang kaya dan pemilik kekuasaan.
Hal ini disebabkan karena lemon dianggap sebagai buah yang mahal dan langka di Mediterania kuno. Faktanya, berdasarkan berbagai tulisan, seni, artefak, dan berbagai fosil tumbuhan termasuk biji, buah, gandum, dan batubara, peneliti menyimpulkan jeruk tidak tumbuh di tempat umum sampai abad ke-19.
Lihat juga:Kulit Jeruk Kupas Ternyata Punya Banyak Khasiat |
Lihat juga:Enam Minuman Sehat Pembuat Kurus |
Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa lemon dan buah jeruk lainnya mulai datang ke Kaisaran Romawi dan Asia Tenggara pada sekitar abad ke-4 dan 5 sebelum masehi dari Israel. Dari situlah, lemon dan jeruk menyebar ke lokasi lain di seluruh Mediterania.
Pada abad 10, limau, jeruk asam, dan jenis jeruk lainnya datang dari Sisilia dan Semenanjung Iberia.
"Tapi sebenarnya pedagang Muslim yang memainkan peran penting dalam penyebaran pohon jeruk di Afrika Utara dan Eropa Selatan," kata Langgut.
|
Foto: Daria-Yakovleva/Pixabay
Lemon dan jeruk dianggap penanda status sosial seseorang |
"Ini juga terbukti dari ada banyak nama umum dan tipe jeruk yang berasal dari Arab. Kala itu pedagang Muslim menguasai rute teritori dan perdagangan luas dari India sampai Mediterania."
Jeruk manis adalah varian kedua yang sampai di Eropa. Jeruk ini muncul tepat saat Kekaisaran Bysantine jatuh pad abad 15. Sedangkan di abad 19, jeruk mandarin yang manis mulai diperkenalkan ke Mediterania.
"Pada saat jeruk mandarin muncul di abad 19, buah jeruk sudah dianggap biasa," ucap Langgut.
Dengan kata lain, sejak saat itu, jeruk dan lemon bukan lagi perlambang status sosial seseorang.