home ×
Technology

LG V20, Resep Sempurna untuk Penggila Multimedia

05 January 2017 By
LG V20, Resep Sempurna untuk Penggila Multimedia
Share
Share
Share
Share

Smartphone LG seri V sejatinya diciptakan guna mengikuti siklus produk Qualcomm yang umumnya mengeluarkan dua lini prosesor high end setiap tahunnya. Paruh tahun fiskal pertama biasanya diisi oleh smartphone flagship dari HTC dan Sony, sementara paruh akhir dimanfaatkan Google dan Apple untuk merilis smartphone jagoan mereka.

Lain hal dengan Samsung yang selalu berusaha merajai setiap pasar, raksasa teknologi Korea Selatan itu mengeluarkan dua lini flagship yang berbeda setiap tahunnya, yaitu Galaxy S dan Galaxy Note. Kedua lini smartphone ini, walaupun memiliki status flagship, memiliki fungsionalitas dan karakter yang berbeda sehingga diyakini tidak akan melakukan kanibalisasi pasar satu sama lain.

Lalu, bagaimana strategi LG dalam menempatkan ponsel pintar seri V agar bisa bersaing dengan yang lainnya? Tentu saja dengan menciptakan monster eksperimental penuh gimmick yang diharapkan dapat diterima oleh semua kalangan.

LG V10, seri pertamanya, merupakan sebuah anomali yang keluar dari pakem flagship konvensional yang umumnya bermain aman dengan sedikit perubahan desain dan peningkatan spesifikasi. LG V10, di sisi lain, mengusung hal-hal absurd seperti kamera depan ganda, dua layar, bodi berbalut kevlar, dan sebagainya. Hal ini, secara mengejutkan, diterima cukup baik oleh para pecinta teknologi.

Sebagai seri lanjutannya, LG V20 tetap menjadi smartphone yang padat gimmick, dengan berbagai penyempurnaan yang berorientasi pada pengalaman multimedia. Berikut adalah detail spesifikasi dari LG V20:

Spesifikasi LG V20
Sistem Operasi Android 7.0 Nougat
Bentang Layar 5,7 inci IPS LCD
Resolusi Layar 2560 x 1440 piksel (2K)
Prosesor Qualcomm Snapdragon 820
Kamera Depan 5 MP f/1.9
Kamera Belakang Dual 16 MP f/1.8 dan 8 MP f/2.4
RAM 4 GB
Ruang Penyimpanan 64 GB + slot ekspansi
Baterai 3200 mAh
Fitur lain sensor sidik jadi, USB type-C, audio Bang & Olufsen

(Masih) berstandar militer

Review LG V20 | Screenshot 10

Bodi kevlar yang sempat diusung LG V10 memiliki durabilitas yang tinggi tanpa mengorbankan estetika. Hal tersebut menjadikan kevlar sebagai opsi segar untuk bahan bodi premium, mengingat akhir-akhir ini label premium selalu dikaitkan dengan bodi alumunium dan kaca.

Karenanya, saya sedikit kecewa saat LG V20 sedikit mengubah haluan dengan mengusung bodi metal. Namun saat menggenggam bodinya, rasa kekecewaan saya sedikit berkurang. Klaim LG yang menyebutkan bahwa bodi LG V20 memiliki sertifikasi berstandar militer yang bahan bodinya serupa dengan yang dimiliki oleh pesawat tempur bukan hanya marketing stunt belaka.

Saat pertama saya menggenggam ponsel pintar ini, bodi besar yang membalut layar 5,7 inci ini dingin mengintimidasi. Bodi metalnya langsung memberikan kesan premium tanpa perlu berlama-lama saya menimangnya.

Karena bersertifikasi militer, LG juga mengklaim bahwa perangkatnya mampu bertahan saat jatuh dari ketinggian. Meskipun saya tidak tega melakukan drop test, rasanya durabilitas adalah hal wajib mengingat LG V20 adalah smartphone yang sangat licin digenggam akibat penggunaan bahan metal tersebut.

Peletakan tombol yang dimiliki LG V20 cukup sederhana. Tombol pengatur suara di sebelah kiri, serta sensor sidik jari yang berfungsi ganda sebagai tombol power terletak manis di belakang, tepat di mana jari telunjuk biasa bersandar.

Review LG V20 | Screenshot 3

Meskipun sederhana, nyatanya kedua tombol inilah yang menjadi kelemahan utama dari desain bodi LG V20. Tombol volume berukuran sangat kecil sulit ditemukan. Saat ditekan, tombol tersebut juga tidak memberikan feedback yang pasti.

Serupa halnya dengan tombol power di bagian belakang yang juga sulit ditemukan karena permukannya rata dengan bodi. Sensor sidik jarinya, sayangnya juga kesulitan membaca jari saya. Belum lagi penempatan sensor sidik jari di belakang membuat saya kesulitan membuka smartphone saat ditaruh di atas meja.

Kabar baiknya, setelah beberapa hari menggunakan LG V20, saya sedikit mampu beradaptasi dengan layout ponsel pintar tersebut. Namun bodi besar nan licin yang dimilikinya tetap membuat saya kesulitan menggunakannya sehari-hari.

Performa mentah yang bukan tanpa celah

Review LG V20 Screenshot 11

Tidak perlu panjang lebar dalam membahas performa LG V20 yang dibekali oleh spesifikasi terdepan di paruh kedua tahun 2016. Kombinasi prosesor Snapdragon 820 dan RAM 4GB dengan mudah melibas segala kebutuhan komputasi yang saya lakukan sehari-hari, mulai dari menulis email hingga bermain game.

Namun tenaga yang begitu besar ini bukan tanpa celah. LG V20 mudah panas saat menjalankan tugas berat, bahkan saat menjalankan beberapa tugas ringan sekaligus. Hal ini “berkat” bodi metal yang sekaligus bertugas sebagai insulator panas.

Meski masih sebatas mengganggu kenyamanan saja, hal ini tidak ditemui pada smartphone berprosesor serupa yang pernah saya coba, sehingga saya menaruh curiga pada optimasi software milik LG sebagai dalangnya.

Bicara soal software, LG V20 boleh berbangga memegang titel smartphone pertama di dunia yang menggunakan Android 7.0 Nougat sebagai sistem operasinya. Dan seperti biasa, sistem operasi terbaru ini turut dibungkus oleh pernak-pernik khas LG yang diberi nama LG UX 5.0, serupa dengan LG X Power yang saya ulas beberapa waktu yang lalu.

Review LG V20 | Screenshot 2

Kiri dan tengah: beberapa contoh tampilan LG UX 5.0. Kanan: fitur Multi Window

Meskipun sama-sama menggunakan LG UX 5.0, banyak perbedaan fundamental yang dimiliki oleh kedua smartphone ini. Beberapa di antaranya merupakan fitur terbaru yang hanya dimiliki oleh Android Nougat, seperti fitur multi-window, penggunaan Vulkan API, dan peningkatan optimisasi baterai Doze.

Versi Android terbaru, dalam sejarahnya seringkali memiliki kekurangan serta mengalami hambatan, seperti halnya yang dialami oleh LG V20 ini. Adopsi yang lambat menyebabkan masih banyak aplikasi yang belum mendukung multi-window dan game yang belum memanfaatkan Vulkan API. Optimisasi baterai Doze juga tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibanding versi terdahulunya.

Dengan demikian kita harus sedikit bersabar menunggu sampai developer mulai mengadopsi Android Nougat secara menyeluruh untuk merasakan kemampuan penuhnya.

Review LG V20 | Screenshot 1

Untuk urusan ketahanan baterai, LG V20 memberikan hasil yang kurang memuaskan. Dalam pemakaian normal saja, saya seringkali dibuat was-was akibat baterai yang mulai habis di sore hari. Screenshot di atas memperlihatkan baterai LG V20 yang hanya tersisa 20 persen dalam pemakaian total kurang dari sepuluh jam.

Padahal, saya hanya menggunakan smartphone untuk kegiatan ringan menuju sedang, seperti browsing, menggunakan Facebook, dan mendengarkan musik secara streaming lewat Spotify yang menghasilkan screen time sekitar dua jam dan 30 menit saja.

Ini mungkin merupakan salah satu bukti optimisasi baterai Doze yang ditanamkan pada Android Nougat tidak berjalan secara normal. Mungkin juga hal ini disebabkan oleh penggunaan layar beresolusi Quad HD yang menyedot daya lebih banyak. Apapun masalahnya, ketahanan baterai yang dimiliki LG V20 agaknya mengecewakan untuk kelas smartphone flagship.

Juaranya inovasi di bidang kamera

Review LG V20 | Screenshot 4

Untuk urusan kamera, LG V20 memiliki kombinasi yang lumayan berbeda dibanding pendahulunya. Jika LG V10 memiliki dua kamera depan, pada LG V20 fitur kamera ganda tersebut kini berpindah tempat ke belakang, mirip apa yang dimiliki oleh LG G5 dan iPhone 7 Plus.

Uniknya, kamera depan LG V20 masih menyimpan fungsionalitas layaknya kamera ganda. Kamera depan beresolusi 5 MP tersebut memiliki dua mode yaitu standar dan wide angle.

Sedangkan kamera belakang mengusung dua kamera 8 MP dan 16 MP dengan focal length yang berbeda untuk kebutuhan sudut pandang luas dan normal.

Review LG V20 | Screenshot 8

Kamera belakang dengan angle normal. Kondisi pencahayaan ruangan terang.

Review LG V20 Screenshot 12

Kamera belakang dengan mode wide angle. Kondisi pencahayaan gelap.

Review LG V20 | Screenshot 7

Our Editorial Designer, Andre Gunawan

Review LG V20 | Screenshot 9

Kamera depan dengan mode wide angle. Kondisi pencahayaan luar.

Untuk kualitas gambar, LG V20 mampu menghasilkan gambar yang cukup baik terutama bila didukung oleh pencahayaan yang baik pula. Pada pencahayaan yang kurang, LG V20 menghasilkan gambar yang tidak konsisten.

Namun keunggulan utama yang ditawarkannya adalah fitur rekaman video yang mengimplementasikan fitur electrical image stabilization (EIS) milik Qualcomm yang ditanamkan pada prosesor Snapdgragon 820. Dengan EIS, video yang diambil akan distabilkan dengan bantuan gyroscope yang dimiliki smartphone tersebut. Sehingga kamera tidak memerlukan adanya hardware OIS tambahan untuk dapat menghasilkan hasil video yang stabil.

Pilihan utama kualitas audio

Review LG V20 | Screenshot 6

Seperti pendahulunya, LG V20 mengusung fitur-fitur yang memanjakan para audiophile berkat teknologi DAC yang dapat memutar lagu berkualitas tinggiKini, LG V20 mendapatkan peningkatan lewat teknologi Quad DAC yang diklaim mampu memberikan pengalaman audio yang lebih baik.

Sebagai informasi tambahan, setiap LG V20 yang dijual akan dibekali dengan headset premium Bang & Olufsen secara cuma-cuma. Hasil audio yang ditawarkan pun terbilang baik, setidaknya superior jika dibandingkan dengan headset bawaan smartphone lainnya.

Fitur Quad DAC yang dimiliki LG V20 hanya dapat digunakan pada saat headset terpasang. Entah ilusi atau hanya efek placebo, namun saya langsung dapat merasakan peningkatan kualitas pada saat fitur tersebut dinyalakan, meskipun saya hanya mendengarkan Spotify secara streaming. Peningkatan tersebut saya kira berasal dari  level middle yang terasa lebih renyah di telinga.

Sayangnya saya tidak sempat mencoba mendengarkan lagu dengan format FLAC untuk mengetes kualitasnya lebih jauh. Untuk pendengar musik awam seperti saya, keberadaan fitur Quad DAC mungkin tidak terlalu penting, namun berbeda bagi orang yang mengerti musik.

LG V20 juga memiliki kemampuan rekaman suara yang superior dibanding LG V10. LG V20 dibekali tiga microphone yang didesain khusus untuk mampu merekam konser rok yang penuh distorsi, bahkan dengan batas hingga 132 dB.

Tidak sampai di situ saja, LG V20 memiliki kemampuan merekam audio dalam format lossless untuk rekaman audio dan video. Kualitas yang ditawarkan mungkin tidak akan menggantikan kualitas rekaman studio profesional, namun bagi kamu yang senang merekam suara nyanyian sendiri (seperti saya), saat ini rasanya tidak ada lagi smartphone yang lebih tepat dari LG V20.

Kesimpulan

Review LG V20 | Featured

LG V20 memang bukanlah smartphone yang murah, namun harga tersebut terasa terjustifikasi dengan segudang fitur yang ditawarkannya. Tapi apakah fitur yang ditawarkan tepat sasaran, atau hanya terasa sebagai gimmick, kamu sendirilah yang menentukan.

Saya kira LG V20 bukanlah smartphone yang tepat untuk kamu menginginkan perangkat yang biasa-biasa saja.  LG V20 merupakan smartphone eksperimental yang mengepak banyak inovasi gila yang tidak akan kamu temukan di ponsel pintar lain, bahkan di smartphone milik LG lainnya.

(Diedit oleh Mohammad Fahmi)

 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article