
Uzone.id – Peneliti keamanan siber dari Kaspersky menemukan sebuah modus penipuan yang menargetkan penggemar boyband asal Korea Selatan, BTS. Modus penipuan ini marak ditemukan setelah adanya pengumuman kalau BTS akan melakukan World Tour bertajuk “Arirang” 2026.
Adrian Hia, Managing Director untuk Kaspersky APAC mengatakan bahwa memasuki 2026 dengan banyaknya konser pop yang direncanakan di kawasan Asia Pasifik, sangat penting untuk tetap berhati-hati dan mengambil langkah proaktif dalam melindungi diri.“Masa antusiasme dan antisipasi menjelang konser selebriti sayangnya juga menciptakan peluang ideal bagi penjahat siber. Mereka sering memanfaatkan perasaan gembira dan urgensi yang dialami individu karena hal itu dapat mengesampingkan rasa waspada kita dan mengurangi kecenderungan kita untuk mengobservasi,” tambahnya.
Demi melancarkan serangannya, penjahat siber bahkan membuat situs palsu untuk meniru platform besar yang terkenal di kalangan fans K-pop, Weverse. Tujuannya tentu agar penggemar–Army–terkecoh dan melakukan pembelian tiket di situs palsu tersebut.
Weverse sendiri memang menyediakan penjualan tiket keanggotaan yang nantinya bisa digunakan untuk membeli tiket konser dengan benefit yang menarik. Makanya, tak sedikit yang memang membidik platform tersebut sebagai persiapan war tiket.
Situs palsu ini muncul tak lama setelah pengumuman konser disebar, penjahat membuat tampilan situs agar sangat mirip dengan platform resmi dan mengklaim menjual tiket keanggotaan klub penggemar.
Sekilas terlihat meyakinkan, tetapi situs tersebut sama sekali tidak memiliki afiliasi dengan agensi HYBE, BTS, maupun Weverse. Tujuannya murni untuk menipu penggemar yang antusias untuk mendapatkan tiket.
Dalam temuan Kaspersky, korban diarahkan ke halaman pembayaran palsu yang meminta data finansial korban, termasuk data diri dan detail kartu pembayaran. Begitu data dimasukkan, bukan hanya uang yang berisiko hilang, tetapi juga informasi pribadi yang bisa disalahgunakan lebih jauh.
Bahkan, kredensial yang sudah dicuri bisa dimanfaatkan kembali oleh penjahat siber untuk penipuan lanjutan, seperti pencurian identitas hingga dijual di dark web untuk digunakan kembali oleh penjahat lain.
Data pribadi yang sudah bocor bisa membuat skema penipuan semakin personal dan tertarget, bahkan korban bisa jadi sasaran jangka panjang karena penjahat sudah tahu pattern mereka.
Melihat tren konser besar yang akan digelar di kawasan Asia Pasifik sepanjang 2026 dan antusiasme yang tinggi, penggemar pun diharapkan untuk berhati-hati dan tidak panic buying.
Pertama, selalu verifikasi keaslian toko online sebelum membeli. Periksa URL dengan teliti, pastikan ejaan nama merek benar, dan pastikan situs tersebut benar-benar pengecer atau mitra resmi. Kemudian, gunakan metode pembayaran terpercaya saat bertransaksi online.
Aktifkan otentikasi multi-faktor (2FA) untuk layanan pembayaran dan perbankan online, serta rutin memantau laporan rekening untuk mendeteksi transaksi mencurigakan. Terakhir, gunakan layanan VPN terpercaya untuk membantu melindungi alamat IP dan mencegah kebocoran data saat berselancar di internet.