Home
/
Gadget

MacBook Pro Kini Layar Sentuh, Dulu Steve Jobs Bilang Bikin Pegal

Setelah 16 tahun, Apple merilis MacBook Pro layar sentuh, keputusan yang dahulu ditolak Steve Jobs namun kini didorong teknologi dan permintaan pengguna.

MacBook Pro Kini Layar Sentuh, Dulu Steve Jobs Bilang Bikin Pegal

CEO Apple, John Ternus (Foto: Wired/Peter Hapak/Courtesy of Apple)

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Apple akhirnya meluncurkan MacBook Pro 14 inci dan 16 inci dengan layar sentuh berteknologi ProLED XDR, 16 tahun setelah Steve Jobs menyatakan layar sentuh vertikal melelahkan.
  • Steve Jobs menentang layar sentuh vertikal karena dianggap tidak ergonomis dan menyebabkan kelelahan lengan setelah penggunaan jangka panjang.
  • Perubahan sikap Apple didorong oleh kemajuan teknologi layar, chip, dan perangkat lunak selama satu dekade terakhir yang kini memenuhi standar perusahaan.
  • Ada juga permintaan kuat dari pengguna profesional seperti insinyur, developer, dan kreator media, serta ekspektasi dari generasi pengguna iPhone dan iPad.

Uzone.id - Pada tahun 2010, mendiang Steve Jobs pernah menyatakan kalau layar sentuh yang ditempatkan dalam posisi vertikal sangat melelahkan. Tapi 16 tahun kemudian, di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus, Apple meluncurkan MacBook Pro 14 inci dan 16 inci dengan panel layar sentuh berteknologi ProLED XDR. 

Kembali pada acara ‘Back to the Mac’ pada Oktober 2010 silam, Jobs saat itu mengatakan, “Kami telah melakukan banyak sekali pengujian pengguna untuk hal ini, dan ternyata hasilnya tidak efektif. Permukaan sentuh tidak cocok ditempatkan dalam posisi vertikal.”

Ia berpendapat, layar sentuh pada medium vertikal dan tegak memang terlihat bagus saat didemonstrasikan. Tapi setelah beberapa saat, pengguna akan mulai merasa lelah, dan jika digunakan dalam waktu yang lebih lama, lengan akan terasa sangat pegal.

“Konsep ini tidak berhasil. Secara ergonomis, rancangan ini sangat buruk. Permukaan sentuh seharusnya ditempatkan dalam posisi horizontal,” jelas Jobs. 

16 tahun setelahnya, sikap Apple berubah. Ketika ditanya soal keputusan menghadirkan MacBook layar sentuh, dalam wawancara bersama Wired, John Ternus menjawab sambil tersenyum, “Siapa sangka?”

Ternus mengatakan, keyboard dan trackpad tetap menjadi cara utama menggunakan Mac. Namun, ada kalanya menyentuh layar terasa lebih praktis. Apple juga ingin memastikan fitur baru itu tidak membuat MacBook Pro menjadi lebih tebal atau berat.

Kenapa Apple baru menghadirkannya sekarang?

Menurut Johny Srouji, Chief Hardware Officer Apple, teknologi layar, chip, dan perangkat lunak telah berkembang selama satu dekade terakhir. Kombinasi ketiganya kini dinilai sudah memenuhi standar Apple untuk menghadirkan layar sentuh pada Mac.

“Sepuluh tahun adalah waktu yang sangat, sangat lama. Banyak hal telah berubah, mulai dari teknologi layar, silikon kustom, dan sebagainya,” ujar Srouji.

“Saya ingin para insinyur saya dibatasi oleh hukum fisika, bukan oleh imajinasi atau tenggat waktu,” lanjutnya.

Apple turut merancang ulang sistem pendingin agar layar tidak terasa panas ketika disentuh. Engsel MacBook Pro juga diperkuat supaya layar tidak mudah bergoyang saat pengguna mengetuk atau menggesernya. Di macOS, beberapa tombol dan menu dapat membesar ketika didekati jari agar lebih mudah dipilih.

Ada pula permintaan dari pengguna. Greg Joswiak, Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple mengatakan, kalangan profesional seperti insinyur, developer aplikasi, dan kreator media sudah lama menginginkan layar Mac yang bisa disentuh. 

Menurutnya, generasi pengguna yang terbiasa memakai iPhone dan iPad pun punya ekspektasi serupa.

“Jadi, ini adalah sesuatu yang sudah familier bagi mereka. Ada satu generasi kreator muda dan anak muda yang menggunakan MacBook Pro kami dan mereka berharap bisa berinteraksi melalui sentuhan,” pungkas Joz.

Untuk sekarang, layar sentuh baru tersedia di MacBook Pro dengan layar ProLED XDR berukuran 14 dan 16 inci. Saat ditanya apakah fitur tersebut bakal hadir juga di MacBook Air atau iMac, Ternus belum mau mengungkap rencana Apple berikutnya. 

FAQ Artikel

Mengapa Steve Jobs menolak layar sentuh vertikal pada MacBook?

Steve Jobs pada tahun 2010 menyatakan bahwa layar sentuh vertikal sangat melelahkan dan secara ergonomis rancangannya buruk, menyebabkan lengan terasa pegal setelah penggunaan dalam waktu yang lebih lama.

Produk Apple apa saja yang kini memiliki fitur layar sentuh?

Saat ini, fitur layar sentuh baru tersedia pada MacBook Pro 14 inci dan 16 inci dengan panel layar sentuh berteknologi ProLED XDR.

Apa alasan Apple mengubah sikapnya terhadap layar sentuh pada MacBook?

Perubahan sikap Apple didorong oleh perkembangan teknologi layar, chip, dan perangkat lunak selama satu dekade terakhir yang kini dinilai sudah memenuhi standar Apple. Selain itu, ada permintaan kuat dari pengguna profesional dan generasi pengguna yang terbiasa dengan iPhone/iPad.

Apakah layar sentuh akan hadir di MacBook Air atau iMac di masa depan?

John Ternus, CEO baru Apple, belum mau mengungkap rencana Apple berikutnya mengenai ketersediaan fitur layar sentuh untuk MacBook Air atau iMac.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Suka ngulik teknologi, gadget, dan game. Buat saya, yang menarik bukan cuma spesifikasi dan fitur, tapi juga pengalaman saat mencobanya langsung.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article