home ×
Technology

Mahasiswa Unair Buat Robot untuk Sterilkan Bakteri

19 June 2017 By
Mahasiswa Unair Buat Robot untuk Sterilkan Bakteri
Share
Share
Share
Share

Lima Mahasiswa Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menciptakan robot pintar untuk mensterilkan bakteri dan pembawa sampah klinis.

Robot ini dibuat untuk mengurangi penyebaran infeksi nosokomial atau infeksi akibat berada terlalu lama di rumah sakit.

Akhmad Afrizal Rizqi salah satu dari lima mahasiswa tersebut, mengatakan dia bersama keempat rekannya yakni Agus Abdul Rozaq, Rafif Nadhif Naufal, Abdul Hamid, dan Inas Pramitha Abdini Haq memberi nama robot itu AUROWS (Automation Robotic Waste Transporter & Sterilizer).

[Baca juga: SoftBank Beli Dua Perusahaan Robot Milik Google ]

"Robot ini dapat mengambil, memindahkan, dan melakukan sterilisasi pada tempat sampah atau limbah medis di rumah sakit," kata Akhmad Afrizal Rizqi di Surabaya, Minggu (18/6) seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan, robot ini diberi kecerdasan buatan untuk dapat berjalan secara otomatis serta dilengkapi beberapa sensor yang dapat terhubung langsung dengan komputer, sehingga memudahkan pengguna atau petugas medis dalam memantau pergerakan robot dan membunuh bakteri dengan ultraviolet LED.

"Sehingga dapat meningkatkan efek 'germisidal irradation' yang dapat membunuh bakteri hingga 100 persen dengan menggunakan panjang gelombang 365 dan hanya memerlukan daya sebesar 15 megawatt," tutur dia.

Pertimbangan utama mahasiswa Unair berinisiatif membuat robot AUROWS karena tingginya angka kematian akibat infeksi nosokomial. Akhmad Afrizal menyebutkan infeksi nosokomial yang menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. 

 

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit. Infeksi ini disebabkan bakteri patogen, yang di antaranya berasal dari sampah klinik rumah sakit.

"Di Indonesia angka kematian pasien yang tertular infeksi nosokomial ini tergolong masih tinggi, yakni mencapai 12 hingga 52 persen. Padahal, infeksi nosokomial ini bisa menyebabkan pasien terkena bermacam-macam penyakit, dan setiap penyakit punya gejala berbeda pula," ujar Akhmad.

[Baca juga: Dubai Pakai 'RoboCop' untuk Jaga Keamanan Kota ]

Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat infeksi nosokomial adalah infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pneumonia, infeksi pada luka operasi.

"Banyak hal bisa mempengaruhi penyebaran nosokomial salah satunya limbah medis rumah sakit, padahal memindahkan tempat sampah itu masih menggunakan tenaga manusia, jadi ini sangatlah berbahaya karena seseorang itu akan rentan terserang infeksi nosokomial," ucap mahasiswa D3 Otomasi Sistem Instrumentasi ini.

Akhmad berharap dengan adanya robot ini dapat dijadikan alat yang dapat digunakan petugas medis untuk membantu proses pemindahan sampah medis serta sterilisasi pada sampah klinis, sehingga dapat meminimalkan penyebaran infeksi nosokomial di rumah sakit di Indonesia dan mewujudkan Indonesia mandiri instrumentasi medis.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article