
Hujan meteor Leonid yang terjadi setiap tahun akan mencapai puncaknya pada Jumat (17/11) malam hingga esok (18/11). Hal itu diterangkan oleh Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.
"Hujan meteor Leonids puncaknya pada Jumat malam, 17 November, sampai dini hari 18 November. Menjelang tengah malam sampai menjelang shubuh," terang Djamal ketika dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.
Hujan meteor Leonid sendiri disebabkan saat Bumi melewati puing-puing yang ditinggalkan oleh Kuil Komet-Tuttle. Puing-puing itu terbakar di langit karena gesekan yang diakibatkannya saat memasuki atmosfer Bumi. Hasilnya akan ada bintang jatuh selama kurang dari sedetik.
Ada tiga syarat utama yang perlu dipenuhi jika pengamat langit ingin melihat fenomena ini dengan jelas. Yang pertama, pengamatan harus dilakukan saat cuaca cerah, tidak ada penghalang ke langit utara dan tidak ada gangguan polusi cahaya.
"Semua wilayah yang memenuhi tiga syarat tersebut berpotensi untuk melihat hujan meteor Leonids. Hujan meteor terjadi setiap tahun dan berlaku global," tutup Djamal.