
Jika selama ini anoreksia identik dengan perempuan dan profesi model, kini justru sebaliknya, model lelaki bertubuh kurus kerempeng sedang digaungkan dalam pekan mode Milan.
Hal ini berawal dari peragaan busana karya desainer Rick Owens Spring/Summer 2018 di Paris. Di peragaan ini terlihat beberapa model lelaki kurus kerempeng yang mendominasi panggung, memeragakan model celana tanpa atasan dan memperlihatkan kerangka tulang yang mirip dengan gejala anoreksia.
Jika dibiarkan terlalu lama, komplikasi penyakit anoreksia akan semakin banyak, seperti kerontokan rambut, gagal jantung, kerusakan otak, gagal ginjal, osteoporosis, denyut jantung yang tidak teratur, hingga kematian. Pengobatannya pun harus dilakukan secara intensif oleh ahli kejiwaan, gizi hingga penyakit dalam.
Banyak kasus penderita anoreksia harus menjalani rehabilitasi hingga bertahun-tahun dengan pengawasan ketat. Hal ini bertujuan untuk meluruskan kembali pola pikir yang salah akan bentuk tubuh ideal serta mendapatkan pengakuan dari masyarakat.
|
Peragaan Rick Owens, Spring/Summer 2018 di Paris. (Foto: AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)
|
Anoreksia para model pria
Beberapa tahun ke belakang, dunia model lelaki didominasi oleh pencitraan tubuh pria berotot hingga yang atletis meskipun tidak terlalu besar volumenya. Namun selama pekan mode yang telah berlangsung seminggu ke belakang di Milan dan Paris, ada kecenderungan baru untuk memuja model pria mirip anoreksia.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan Dailymail dengan beberapa editor mode di Eropa, mereka menyebutnya sebagai manorexia chic, atau juga geek chic. Para lelaki muda yang bangga tidak terlihat sehat karena mereka merepresentasikan kehidupan di zaman virtual.
|
Peragaan Rick Owens, Spring/Summer 2018 di Paris. (Foto: AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)
|
Namun terlepas dari tren ini, ada tekanan lain bagi para model untuk dapat diterima bekerja sebagai model dengan tubuh sekecil mungkin, karena dalam peragaan busana, ukuran baju yang dibuat desainer umumnya sangat kecil. Rata-rata memakai pakem ukuran Extra Small (XS) agar terlihat sempurna saat diperagakan.
Psikolog Dr Linda Papadopoulos melihat tren yang diperkenalkan para desainer ternama ini memiliki efek jangka panjang mengerikan bagi generasi penerus yang sering terpapar dengan media sosial. Jika hal ini dianggap sebuah pembenaran dan citra yang sempurna, maka secara psikis mereka akan memiliki pola pikir yang baru akan tubuh sehat.
Lihat juga:Model Kurus Jadi Perdebatan Berabad-abad |