Mantan Bos Twitter Rilis ‘Dessa’, AI yang Bisa Ngobrol Mirip Manusia
Jack Dorsey meluncurkan Dessa, model AI percakapan suara yang belajar dari interaksi manusia, mengenali emosi, dan berjalan di perangkat lokal.

Highlight Artikel
- Jack Dorsey meluncurkan Dessa, sebuah model AI yang bisa diajak bicara, belajar dari percakapan suara manusia langsung, bukan data teks.
- Dessa diklaim mampu mengenali dan mengekspresikan emosi, sarkasme, tawa, frustasi, bahkan kesedihan melalui interaksi suara alami.
- Model AI ini memproses audio secara langsung, mempertahankan isyarat emosional dan variasi nada yang mungkin hilang dalam konversi teks.
- Dessa dapat berjalan langsung di perangkat lokal, seperti MacBook Pro dengan chip Apple M4 Max atau lebih tinggi, dan sedang diuji terbatas oleh peneliti keamanan AI.
Uzone.id — Pasca hengkang dari
Twitter (X), Jack Dorsey terus meluncurkan aplikasi-aplikasi baru. Pasca
merilis Cash App dan Square, Dorsey pun terjun ke industri AI dengan merilis
Dessa, model AI yang bisa diajak bicara.
Model ai ini dikembangkan untuk mempelajari bahasa melalui
percakapan suara manusia secara langsung, bukan menggunakan data teks sebagai
bahan pelatihan seperti pendekatan AI pada umumnya.
Alhasil, jawabannya pun diklaim bisa mirip dengan jawaban
manusia asli.
Melansir dari The Economics Times, Sabtu, (25/10), Dessa bisa mengenali dan mengekspresikan emosi, sarkasme, tawa, rasa frustasi, bahkan kesedihan melalui interaksi suara yang alami.
“Berbeda dengan sistem AI suara konvensional yang mengubah
ucapan menjadi teks, Dessa memproses audio secara langsung, sehingga
mempertahankan isyarat emosional dan variasi nada yang mungkin hilang selama
proses konversi teks,” tulis perusahaan.
Dalam sejumlah demonstrasi yang dipublikasikan Block, Dessa
terlihat tertawa di tengah percakapan, mengubah volume suara saat diminta
berbicara lebih keras, hingga membantu lawan bicara mengingat judul film.
Block juga memperlihatkan perbandingan percakapan antara
Dessa dan model suara GPT-Live-1 dari OpenAI.
Dorsey mengklaim bahwa Dessa dilatih menggunakan satu sistem NVIDIA GB200 NVL72 yang dilengkapi 72 GPU Blackwell.
Model tersebut juga diklaim dapat berjalan langsung di
perangkat lokal, termasuk MacBook Pro dengan chip Apple M4 Max atau lebih
tinggi, tanpa harus selalu bergantung pada pemrosesan di server cloud.
Meski terdengar menjanjikan, kemampuan Dessa belum bisa
dinilai secara menyeluruh. Contoh percakapan yang tersedia saat ini juga
berasal dari demonstrasi yang dipublikasikan perusahaan sendiri.
Dessa pun belum tersedia untuk digunakan secara umum. Untuk
tahap awal, Block membuka akses terbatas bagi sejumlah peneliti keamanan AI
guna menguji kemampuan dan mengidentifikasi potensi risiko model tersebut.
FAQ Artikel
Siapa pengembang model AI Dessa?
Dessa dikembangkan oleh Jack Dorsey, setelah ia hengkang dari Twitter (X) dan merilis aplikasi lain seperti Cash App dan Square.
Bagaimana cara Dessa mempelajari bahasa dan percakapan?
Model AI ini dikembangkan untuk mempelajari bahasa melalui percakapan suara manusia secara langsung, bukan menggunakan data teks sebagai bahan pelatihan seperti pendekatan AI pada umumnya.
Apa keunikan Dessa dalam berinteraksi?
Dessa bisa mengenali dan mengekspresikan emosi, sarkasme, tawa, rasa frustasi, bahkan kesedihan melalui interaksi suara yang alami, karena memproses audio secara langsung.
Apakah Dessa sudah tersedia untuk digunakan secara umum?
Belum, Dessa belum tersedia untuk digunakan secara umum. Untuk tahap awal, Block membuka akses terbatas bagi sejumlah peneliti keamanan AI guna menguji kemampuannya.
Perangkat apa yang dapat menjalankan Dessa secara lokal?
Dessa diklaim dapat berjalan langsung di perangkat lokal, termasuk MacBook Pro dengan chip Apple M4 Max atau lebih tinggi, tanpa harus selalu bergantung pada pemrosesan di server cloud.
Vina Insyani
Jurnalis

