
Ilustrasi foto: Freepik
Uzone.id – Penjahat siber selalu punya banyak cara untuk menjebak korbannya. Musim liburan sekolah seperti sekarang pun dijadikan ajang untuk mencari korban baru dengan iming-iming tiket pesawat, liburan hingga hotel murah.
Penawaran tiket pesawat ini dilakukan dalam bentuk website palsu yang meniru layanan maskapai penerbangan dan agregator tiket terkenal. Beberapa situs palsu bahkan menampilkan detail penerbangan maskapai dengan mengirim permintaan pencarian ke situs travel yang sah.Alih-alih mengirim tiket yang dijanjikan, penipuan ini bertujuan untuk menyusup ke data pribadi,, mencuri uang dan mengeksploitasi informasi untuk tujuan berbahaya. Kemungkinan lainnya, pelaku akan menjual detail informasi perbankan korban di situs-situs gelap.
Tak hanya tiket pesawat saja, pencarian akomodasi juga bisa dieksploitasi penipu online. Penipuan soal penyewaan tempat inap atau apartemen juga banyak dilakukan oleh penjahat siber.
Pelaku membuat iklan menarik di media sosial, lalu menampilkan foto terbaik, dan poin pentingnya, menonjolkan harga murah. Setelah korban terpikat dan membayar, eh ternyata akomodasi yang dijanjikan nihil alias palsu.
Situs web palsu mirip dengan pemesanan hotel juga marak ditemukan di masa-masa liburan saat ini. Maka dari itu, masyarakat diharapkan tidak tergoda harga murah dan memesan lewat web resmi saja atau situs travel terkenal.
Situs web hotel palsu akan meminta pengguna untuk masuk menggunakan akun Facebook hingga Google mereka, lalu setelah itu pelaku akan menyusup ke akun Facebook dan email korban.
Pelaku akan bergerak cepat untuk mencuri identitas, transaksi tidak sah dan aktivitas berbahaya lainnya.
Banyak cara untuk mendapat uang ketika masa-masa liburan, salah satunya dengan mengikuti survey dan giveaway di media sosial. Sayangnya, tidak semua survey dan giveaway berujung manis.
Pengisian form survey terkait travel juga banyak menargetkan masyarakat dengan iming-iming hadiah USD100 dolar atau Rp1,5 juta. Siapa yang tidak tergoda sih jika ditawari jutaan rupiah hanya dengan mengisi survey?
Nah, celah ini yang dimanfaatkan para pelaku siber dimana korban akan diminta untuk mengisi survey, lalu pelaku akan mengumpulkan informasi pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan informasi keuangan dan kedok persyaratan hadiah.
Hadiah pun pada akhirnya tidak dikirim, yang ada informasi yang dibagikan korban akan dimanfaatkan untuk tujuan penipuan, termasuk penyusupan ke rekening perbankan.
Untuk mendapat korban yang lebih banyak, mereka biasanya menerapkan syarat untuk membagikan link survey ke orang lain sekaligus menyakinkan calon korbannya.
Maka dari itu, masyarakat harus lebih hati-hati saat merencanakan perjalanan liburan, berikut beberapa tips agar terhindar dari penipuan travel.