Home
/
Digilife

Marak SMS Penipuan Disebar Pakai Fake BTS, Simak Ciri-cirinya

Waspadai SMS penipuan fake BTS dan smishing yang marak. Kenali ciri seperti tautan palsu atau ajakan mendesak. Selalu verifikasi.

Marak SMS Penipuan Disebar Pakai Fake BTS, Simak Ciri-cirinya

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Sindikat SMS penipuan menggunakan teknologi fake BTS di sekitar MRT Jakarta berhasil ditangkap.
  • Modus penipuan ini dikenal sebagai SMS phishing (smishing), bertujuan memancing korban memberikan informasi pribadi.
  • Tanda-tanda SMS phishing meliputi tautan palsu, ajakan bertindak cepat, kesalahan ejaan, pengirim disamarkan, dan perubahan sinyal HP.
  • Penting untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi, tidak mengeklik tautan sembarangan, dan segera menghubungi bank jika data pribadi terlanjur diberikan.
Uzone.id — Baru-baru ini, sindikat SMS penipuan yang disebar menggunakan teknologi fake BTS di sekitaran MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Blok M berhasil ditangkap oleh pihak Polda Metro Jaya. Meski sudah terbongkar, tapi penipuan SMS dengan teknologi ini kemungkinan masih banyak menargetkan pengguna.

Jika kalian menemukan SMS berisi penawaran atau hadiah, jangan langsung mengeklik tautannya, meski nama pengirim yang muncul adalah nama-nama perusahaan resmi seperti nama bank, brand minuman atau dari operator seluler.

Pasalnya, identitas tersebut bisa dipalsukan agar pesan penipuan terlihat resmi dan korban terkecoh dengan mudah.

Mengenal Modus SMS Phishing (Smishing)

Modus ini dikenal sebagai SMS phishing atau smishing, yaitu penipuan melalui pesan singkat untuk memancing korban membuka tautan, mengunduh file, atau menyerahkan informasi pribadi.

Lalu, bagaimana cara mengenali SMS phishing? Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan.

Tanda-tanda SMS Phishing yang Perlu Diwaspadai

Pertama, SMS penipuan fake BTS ini sering menyertakan tautan dengan ajakan menukar poin, mengambil hadiah, atau melakukan verifikasi. Alamatnya bisa memakai nama perusahaan agar sekilas terlihat meyakinkan seperti nama bank ‘BCA’ atau ‘UOB’, padahal nyatanya link tersebut mengarah ke situs palsu.

Dalam keterangan dibagikan di situs resmi BCA, pihak bank menjelaskan bahwa situs penukaran poin palsu dapat dibuat menyerupai situs resminya. Setelah memilih hadiah, korban diminta memasukkan data seperti nomor kartu kredit, masa berlaku kartu, dan kode OTP dengan alasan verifikasi.

Karena itu, jangan menilai keamanan tautan hanya dari tampilan situs atau adanya nama bank di alamatnya. Lebih baik langsung mengecek mengenai informasi tersebut lewat situs resmi bank atau layanan resmi yang disediakan oleh bank/perusahaan.




Kedua, SMS penipuan sering membuat penerima merasa harus segera bertindak. Pelaku bisa menggunakan ancaman poin akan hangus atau kesempatan mendapatkan hadiah yang segera berakhir.

Bentuk pesannya bisa berupa penawaran terbatas dengan diskon besar, hadiah, atau bonus kuota yang diklaim akan kedaluwarsa. Sebagai ilustrasi, penerima diminta “klaim sekarang sebelum bonus hangus” lalu diarahkan untuk mengeklik tautan.

Contoh kata-kata yang sering ditemukan adalah “Poin Anda akan kadaluwarsa hari ini” atau “Selamat no Anda bisa klaim kuota 15GB (terbatas!)”.

Penawaran tersebut perlu diperiksa melalui kanal resmi, terutama jika diikuti permintaan data pribadi. Batas waktu yang singkat dapat digunakan untuk membuat penerima bertindak tanpa sempat mengecek informasi.

Ciri-ciri selanjutnya adalah adanya kesalahan ejaan atau typo, susunan kalimat yang janggal, dan format pesan yang tidak konsisten bisa menjadi petunjuk tambahan. Begitu juga dengan sapaan umum seperti “Nasabah yang terhormat” atau “Pelanggan setia”.

Salah satu yang ditemukan dalam SMS penipuan ini adalah pemakaian kata-kata yang tidak sesuai KBBI misalnya ‘kadaluwarsa’ atau singkatan kata-kata seperti ‘no’ yang seharusnya ‘nomor’ atau tanda baca yang tidak sesuai, misalnya tidak ada titik dan koma, atau huruf kapital yang berantakan.

Tapi perlu diingat kalau kesalahan ini tidak cukup untuk menentukan keaslian pesan. SMS penipuan juga bisa ditulis dengan rapi, sementara pesan resmi juga bisa memakai sapaan umum.

Jadi, pengguna diminta untuk memeriksa kembali dan melakukan pemeriksaan secara langsung lewat aplikasi atau layanan pelanggan dari perusahaan terkait.




Ciri lainnya adalah nomor yang disamarkan menggunakan nama brand. Hal ini membuat modus ini lebih sulit dikenali karena identitas pengirimnya yang disembunyikan.

SMS dapat terlihat berasal dari nama bank atau nama provider dan bukan nomor ponsel asing seperti SMS penipuan biasa.

Dalam kasus di rute MRT, polisi menemukan bahwa pelaku memalsukan identitas tersebut agar pesan tampak berasal dari lembaga resmi. Jadi, munculnya nama bank di layar belum menjadi jaminan bahwa SMS benar-benar dikirim oleh bank.

Perubahan jaringan juga patut diperhatikan, terutama jika disusul SMS mencurigakan. Google menjelaskan bahwa perangkat SMS blaster dapat menyamar sebagai jaringan seluler dan menurunkan koneksi ponsel ke 2G untuk mengirim pesan palsu.

Karena itu, sinyal yang tiba-tiba terganggu atau berubah menjadi 2G/EDGE sebelum SMS masuk bisa menjadi petunjuk tambahan. Namun, perubahan sinyal saja tidak membuktikan adanya serangan karena gangguan atau keterbatasan cakupan jaringan juga dapat memengaruhi koneksi.

Cara Mencegah dan Bertindak terhadap SMS Penipuan

Untuk menghindari SMS penipuan ini, pengguna dihimbau agar tidak langsung membuka tautan yang ditautkan dan memasukkan data perbankan seperti PIN, password, OTP, atau CVV/CVC. 

Untuk mengecek penawaran, buka aplikasi resmi secara langsung atau hubungi layanan pelanggan melalui kontak yang sudah dipastikan resmi.

Jika sudah terlanjur menyerahkan data perbankan, segera hubungi bank melalui kanal resminya untuk meminta pengamanan rekening atau kartu.

 

FAQ Artikel

Apa itu SMS phishing atau smishing?

SMS phishing, atau smishing, adalah modus penipuan melalui pesan singkat yang bertujuan memancing korban untuk membuka tautan palsu, mengunduh file berbahaya, atau menyerahkan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit, OTP, atau PIN.

Bagaimana sindikat SMS penipuan fake BTS beroperasi?

Sindikat ini menggunakan perangkat fake BTS untuk menyamarkan diri sebagai jaringan seluler resmi. Mereka dapat menurunkan koneksi ponsel ke 2G/EDGE untuk mengirim pesan palsu yang tampak berasal dari lembaga resmi seperti bank atau operator, sehingga korban terkecoh.

Apa saja tanda-tanda SMS penipuan yang harus diwaspadai?

Tanda-tandanya meliputi: tautan dengan ajakan hadiah/verifikasi yang mengarah ke situs palsu, ajakan bertindak cepat (misalnya poin akan hangus), kesalahan ejaan atau format pesan yang janggal, nomor pengirim yang disamarkan dengan nama brand, dan perubahan jaringan ponsel yang mencurigakan.

Apa yang harus dilakukan jika menerima SMS penipuan?

Jangan langsung mengeklik tautan yang disertakan. Selalu verifikasi penawaran atau informasi melalui aplikasi resmi perusahaan terkait atau hubungi layanan pelanggan melalui kontak resmi yang sudah Anda pastikan kebenarannya.

Bagaimana jika sudah terlanjur memberikan data pribadi ke penipu?

Jika Anda sudah terlanjur menyerahkan data perbankan seperti PIN, password, OTP, atau CVV/CVC, segera hubungi bank melalui kanal resminya untuk meminta pengamanan rekening atau kartu Anda.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article