
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menegaskan kelanjutan nasib satelit Telkom 1 yang menghadapi anomali pada Jumat (25/8).
Menurutnya, gangguan yang dihadapi besar kemungkinan akan berujung pada berakhirnya masa operasional satelit Telkom 1. Hal itu ditegaskannya usai melakukan pertemuan dengan Dirut PT Telkom, Alex J. Sinaga terkait kelanjutan satelit Telkom 1.
"Satelit Telkom 1 tidak bisa diapa-apakan lagi, secara teknis sudah tidak akan berfungsi normal karena terjadi glitch di atas," ungkap saat ditemui di Grha XL, Jakarta, Selasa (29/8).
Padahal, Lockheed Martin, pabrikan satelit Telkom 1 menilai satelit ini dalam kondisi baik dan seharusnya masih layak pakai sampai 2019 nanti.
Untuk menjaga slot Telkom 1 yang kosong, Rudi menegaskan pemerintah akan membantu Telkom melakukan suspen atas slot tersebut. Mengingat, slot yang kosong itu rencananya akan ditempati satelit Telkom 4 yang akan diluncurkan pertengahan 2018 nanti.
Terkait usia orbit satelit yang disebutnya sudah tua, ia mengatakan umumnya usia satelit hanya mencapai 15 tahun. Usia satelit Tekom 1 yang mencapai 18 tahun menurutnya lantaran ada perjanjian khusus antara Telkom dan Lockheed Martin.
"Pihak Telkom dan Lockhead Martin sampai saat ini masih melakukan investigasi kenapa bisa tidak berfungsi. Memang secara umum satelit beroperasi hingga 15 tahun, tetapi dengan perjanjian khusus antara Telkom dan Lockhead Martin usianya bisa lebih dari itu mencapai 18 atau 20 tahun," pungkasnya.