icon-category Auto

Masih Buatan Korsel, Apa Alasan Hyundai Ioniq 6 Belum Dirakit Lokal?

  • 25 Aug 2023 WIB
Bagikan :

Uzone.id - Hyundai Ioniq 6 menjadi salah satu mobil listrik yang baru masuk ke pasar Indonesia belakangan ini. Mobil bergaya sedan tersebut dibanderol cukup mahal hingga di atas Rp1 miliar.

Ternyata mobil besutan Hyundai tersebut masih dirakit di Korea Selatan dan diimpor secara utuh alias Completely Built Up (CBU).

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto menyebutkan pihaknya mempertimbangkan untuk produksi Ioniq 6 secara lokal. Namun semuanya tergantung dengan permintaan konsumen di Indonesia.

"Kalau CKD (Completely Knocked Down) nanti sesuai dengan kebutuhan konsumen kita di Indonesia, apakah konsumen itu menginginkan menjadi CKD. Kalau iya, kita akan pertimbangkan," ujar Soerjo sapaan akrabnya belum lama ini di ICE BSD, Tangerang.

alt-img

Padahal sebelum Ioniq 6, Hyundai memiliki mobil listrik Ioniq 5 yang sudah diproduksi secara lokal. Pertanyaannya kenapa Ioniq 6 tidak ikut diproduksi di Indonesia?

Astrid Ariana Wijana selaku Head of Marketing PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) mengatakan saat ini fokus pabrik di Tanah Air adalah memenuhi permintaan Ioniq 5.

"Tentunya untuk langsung memproduksi lokal itu tidak semudah itu ya. Jadi kami pun punya PR memastikan suplai Ioniq 5 terutama meomentum sudah ada supaya bisa mencapai ke konsumen secepat mungkin, makanya saat ini Ioniq 5 dulu," ujar Astrid dalam kesempatan yang sama.

Sebagai tambahan informasi, Hyundai Ioniq 6 menggunakan platform E-GMP yang sama seperti Ioniq 5.

Hyundai Ioniq 6 dibekali baterai 77,4 kWh yang memberikan tenaga ke dual motor dengan sistem penggerak all-wheel drive. Padanan tersebut menghasilkan daya sebesar 239 kW dan torsi sebesar 605 Nm.

Hyundai Ioniq 6 disebut memiliki konsumsi daya yang efisien untuk jarak tempuh panjang. Berdasarkan hasil uji coba Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP), mobil listrik baru dari Hyundai bisa menempuh jarak hingga 519 kilometer.

Untuk mengisi daya baterainya, Ioniq 6 telah didukung oleh sistem DC ultrafast charging hingga 800V. Jika menggunakan ultra fast-charger dengan kapasitas 350 kW, pengisian baterai 10-80 persen cukup dalam waktu 18 menit saja.

Sementara dengan DC Fast Charging 50 kW membutuhkanw aktu 73 menit untuk mengisi 10-80 persen.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini