icon-category Digilife

Mau Jadi Pro Player? Ikuti Tips dari Para Suhu

  • 20 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Uzone.id)

    Uzone.id - Ada tips menarik nih, dari para mantan pro player Mobile Legends untuk kamu yang ingin naik kasta dari publik menjadi pro player.

    Steven Kurniawan atau akrab disapa Marsha, merupakan mantan pro player yang kini direkrut jadi Coach Master Classs Beat The Best yang digelar oleh blu.

    Dia berbagi pengalaman saat meniti karier menuju pro player, dia saat itu rajin menghubungi para pro player melalui chat.

    BACA JUGA: Turnamen Mobile Legends Digelar, Peluang Jadi Pro Player Nih!

    "Yuk, next game kita mabar lagi, gitu-gitu aja terus sampai gue punya tim, puji Tuhan lah tim gue direkut RRQ (Rex Regum Qeon, tim esports asal Indonesia)  waktu itu," cerita Marsha di acara virtual pada Sabtu (20/2/2022).

    Dia juga melihat banyak orang yang jago main game Mobile Legends. Namun, belum tentu bisa diajak bermain di tim.

    "Kalau jago sih, semua orang jago main Mobile Legends ya, kan cuma chemistry itu penting banget," tutur dia.

    Selain itu, Marsha menjelaskan perbedaan publik dengan pro player dilihat dari strategi game yang dijalankan. Contohnya saja, 5 pro player akan bermain dengan strateginya dibandingkan 5 publik.

    "Jadi, kayak rotasi-rotasinya ada sendiri, sedangkan publik ini masih ikutan turnamen gitu. Sedangkan pro player penciptanya (turnamen), gitu udah," ujarnya.

    Marsha, yang dipilih jadi Coach di Beat The Best Season 1, berharap gamers bisa mendapatkan mimpi mereka, baik itu menjadi pro player, coach bagi sebuah tim atau menjadi analis.

    Jonathan "Emperor" Liani, Coach Master Beat The Best lainnya, juga mengulas suka duka ketika menjadi pro player

    Sukanya, kata Jonathan, jadi pro player bisa menjalani pekerjaan sesuai dengan hobi dan bisa terus-terusan bertemu orang baru, ketemu tim yang bisa tinggal bareng, main dan kerja bareng untuk tujuan yang sama.

    "Dukanya mungkin kalau kita kalah, mainnya kurang bagus, itu dihujat netizen. Kalau pro player itu gak boleh cupu, harus jago, kalau gak, dihujat," ungkap dia.

    BACA JUGA: 22 Fakta Livy Renata, Gamers Idola Anak Muda saat Ini

    Apalagi untuk para pro player era sekarang, Jonathan menyebut saat ini makin ekstrem seperti gak boleh ngomong yang aneh-aneh.

    "Pokoknya, sosok pro player itu emang jadi idola banget lah. Kalau nggak, susah ya mengembangkan karirnya karena bakal digoreng-goreng juga," katanya.

    Meski demikian, Jonathan melihat prospek industri games saat ini begitu besar market share-nya.

    "Dari esports-nya saat kita berhasil dapat exposure yang luar biasa. Dan dari prize-nya udah gede banget sekarang. Jauh dibandingkan sama yang dulu. Kalau dulu kan mungkin melihatnya masih permulaan, kalau sekarang sangat menjanjikan lah," ujarnya.

    Dia berharap para publik yang ingin naik kelas jadi pro player jangan menyerah sebelum mencoba dan belum tahu hasilnya seperti apa. 

    "Tetap kejar terus apa yang harus kamu mau sama jangan merasa gengsi. Maksudnya, kalau kita punya kesempatan kenal ke global atau kenal pro player gak usah gengsi, karena dia pun dulu bukan siapa-siapa, sebisa mungkin cari relasi seluas mungkin karena relasi itu bakal bantu kalian semua ketika mau jadi pro player nanti, entah mau diajak ke tim mana atau dikenalin ke tim mana," saran dia.

    Johnathan merasakan sendiri ketika masih solo player, belum punya teman sama sekali, hingga akhirnya dia mencari teman online. Dari situ dia mendapat kenalan dan akhirnya masuk ke tim esports.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini