
Uzone.id - Fabio Quartararo yang saat ini membela Yamaha di MotoGP tampaknya mulai jengah dan mau meniru Marc Marquez demi bisa juara dunia MotoGP lagi.
Juara Dunia MotoGP 2021 itu memang sedang puasa kemenangan, tercatat terakhir kali memenangkan balapan terjadi pada 19 Juni 2022 di Grand Prix Jerman yang diadakan di Sirkuit Sachsenring.Setelahnya, Fabio Quartararo kesulitan dengan motor Yamaha M1, bahkan untuk berada di tiga besar saja bukan hal yang mudah.
Memang motor Yamaha saat ini menjadi satu-satunya di lintasan MotoGP yang menggunakan konfigurasi inline-four, sementara tim lainnya sudah beralih ke V4 sejak lama.
Kesulitan Yamaha sendiri sudah berlangsung sejak MotoGP 2022, di mana Fabio Quartararo meminta mesin yang lebih bertenaga yang mungkin bisa ditemukan di konfigurasi V4.
Yamaha pun tak ingin kehilangan pembalap terbaiknya, akhirnya Fabio Quartararo ditawari gaji paling besar sebagai pembalap MotoGP saat ini agar tidak pindah ke tim lain.
Sembari mempertahankan Quartararo, Yamaha di tahun 2025 ini juga membuat prototipe motor baru dengan konfigurasi V4. Namun sejauh ini, tampaknya El Diablo masih kurang puas dengan terbosoan mereka.
Lantas apakah Fabio Quartararo akan mengikuti jejak Marc Marquez yang pindah ke Ducati demi jadi juara dunia MotoGP?
Quartararo mengaku dirinya perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum pindah tim, bahkan tidak ingin terlalu terburu-buru mengambil keputusan.
"Ya pada akhirnya Marc pergi ke Gresini di saat semua pembalap sudah punya kontrak dan itu di antara (siklus) kontrak," ujar Quartararo kepada DAZN yang dikutip Uzone.id dari Crash.
"Tentu saja, saya harus membuat keputusan. Tapi saya masih perlu melihatnya, karena saya masih berpikir ini terlalu dini. Namun saya yakin bahwa dengan potensi yang kami miliki, kami rasa kami layak berada di tim pabrikan," lanjut Quartararo.
Pernyataan Fabio Quartararo seperti mengisyaratkan kepada tim lain, kalau dirinya tak berminat berada di tim satelit.
Artinya meskipun ingin mengikuti jejak Marc Marquez, rela berpindah tim untuk motor yang mampu memenangkan balapan, tapi tidak sepenuhnya sama.
Mengingat sebelum berada di tim pabrikan Ducati, Marc Marquez menetap selama satu tahun di Gresini yang merupakan tim satelit merek Italia tersebut di MotoGP.
Fabio Quartararo tampaknya sangat berhati-hati pada masa depannya, bahkan dirinya belum sepenuhnya kehilangan harapan kepada Yamaha.
"Anda harus selalu mempertimbangkan dan melihat bagaimana Yamaha bekerja pada motor barunya," pungkasnya.
Perlu diketahui, dulunya Marc Marquez juga mengalami kendala yang sama dengan Fabio Quartararo. Beberapa tahun terakhir di Honda, pembalap Spanyol itu mengalami kesulitan hingga sering jatuh di lintasan yang menambah rentetan cederanya.
Kemudian di tahun 2023, Marc Marquez memutuskan sebagai musim terakhir bersama pabrikan Jepang tersebut dan mencari kursi Ducati, meskipun harus turun kelas ke pembalap satelit sekalipun.
Berbekal motor yang tertinggal satu tahun di Gresini Ducati, Marc Marquez berhasil menunjukkan taringnya dan menarik hati para pemimpin Ducati Corse.
Dengan namanya yang lebih menjual secara komersial, ditambah keterampilannya yang ciamik, jadilah Marc Marquez ke tim pabrikan yang langsung mendominasi musim 2025 termasuk menjadi juara dunia.