
Semenjak mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia memang telah bersiap untuk bersolek. Bayangkan saja, untuk mengajukan dri sebagai tuan rumah, Rusia membangun 13 stadion anyar dari total 14 stadion yang mereka proyeksikan untuk Piala Dunia 2018.
Rusia memang tidak main-main. Uang lebih dari 10 miliar dolar AS mereka siapkan untuk menggelar kompetisi sepak bola terakbar di dunia tersebut. Karenanya, stadion-stadion yang bakal mereka bangun itu merupakan stadion megah yang bakal masuk dalam daftar stadion-stadion elite Eropa, bahkan dunia.Bagaimana tidak, untuk membangun stadion-stadion itu, Rusia menggelontorkan dana antara 200 juta hingga 800 juta dolar AS. Stadion-stadion yang dibangun memang berkapasitas besar dan terlihat begitu glamor. Rusia ingin muncul sebagai negeri "terpandang" kala menghelat Piala Dunia 2018 kelak. Mereka tak ingin muncul sedikit cacat saja soal kompetisi itu, terutama perihal infrastruktur.
Tujuh tahun sejak diputuskan FIFA resmi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia menggelar ajang gladi resik, sebuah ajang "uji coba", bernama Piala Konfederasi 2017. Ajang yang (sejak 2005) selalu digelar satu tahun sebelum Piala Dunia ini, menjadi ajang pembuktian bagi Russia. Mereka menunjukkan kepada dunia apabila memang pantas menjadi tuan rumah.
Pada Piala Konfederasi 2017 ini, Rusia menghelatnya hanya di empat stadion ini saja. Akan tetapi, seluruh stadion ini merupakan stadion anyar. Stadion-stadion yang memang sengaja dibangun untuk menjadi tuan rumah di ajang Piala Dunia 2018 kelak. Dan inilah untuk kali pertama mereka menghelat kompetisi sebesar Piala Konfederasi.
Berikut kami berikan profil dari keempat stadion tersebut:
Stadion Spartak, Moskow
Stadion Spartak sebenarnya akan dibangun sejak 2007, atau dua tahun sebelum Rusia mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Namun akhirnya pekerjaan baru dimulai pada tahun 2010. Kala itu, stadion ini direncanakan bakal hanya berkapasitas 35 ribu penonton saja, mengingat Spartak Moskow-lah yang mengajukan pembangunan ini.
Namun setelah diproyeksikan menjadi salah satu stadion untuk Piala Dunia 2018, kapasitas stadion ini pun kemudian ditingkatkan menjadi 45.360 penonton. Stadion ini dilibatkan sebagai stadion kedua di Kota Moskow yang akan menghelat Piala Dunia setelah stadion utama, Stadion Luzhniki.
Setelah diresmikan pada 2014, Stadion Spartak kemudian resmi menjadi kandang Spartak Moskow. Karena itu, warna bangunan stadion ini didominasi oleh warna putih dan merah, sesuai dengan warna kebanggaan Spartak Moskow. Selain itu, di stadion ini juga Tim Nasional Rusia melakoni laga-laga internasional mereka.
Pada Piala Konfederasi 2017, Stadion ini menghelat empat laga yakni dua laga Grup B, satu laga Grup A, dan satu laga lagi merupakan laga perebutan tempat ketiga. Sejauh ini, satu laga, yakni laga Grup B antara Kamerun versus Chile, telah dihelat di stadion ini pada Minggu (18/6) lalu. Dalam laga yang dimenangi Chile dengan skor 2-0 itu, ada lebih dari 33 ribu penonton yang memadati stadion.
Sementara itu, untuk ajang Piala Dunia 2018 kelak, stadion ini akan menghelat lima laga, yakni satu laga Grup D, satu laga Grup H, satu laga Grup G, satu laga Grup E, dan satu laga lagi dari babak 16 besar. Menilik perjalanan sejauh ini, Stadion Spartak bisa dinyatakan sudah siap menghelat pesta tahun depan.
Stadion Saint Petersburg, Saint Petersburg
Stadion Saint Petersburg digadang-gadang menjadi salah satu stadion paling megah di perhelatan Piala Dunia 2018 nanti. Stadion ini kemudian dibangun pada tahun 2007. Awalnya, pengerjaan stadion ditargetkan bakal rampung pada 2009. Namun, karena ingin tampilannya lebih dimegahkan lagi, stadion ini baru rampung pada Mei 2017 lalu. Ya, tepat sebulan sebelum Piala Konfederasi dimulai.
Tapi tunggu dulu, stadion ini belum "benar-benar rampung", mengingat bakal ada beberapa pemanis lagi sebelum pesta tahun depan. Biaya yang telah dikeluarkan untuk stadion ini diperkirakan mencapai lebih dari 706 juta dollar. Biaya yang rasanya memang pantas karena kemegehan stadion berkapasitas 68,134 penonton. Dengan kapasitas itu, Stadion Saint Petersburg menjadi stadion terbesar kedua untuk Piala Dunia 2018.
Terlebih lagi, stadion ini juga dibangun oleh salah satu arsitek terkemuka asal Jepang, Kisho Kurokawa, yang juga merupakan arsitek beberapa stadion di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea Selatan. Dengan desain kapal luar angkasa-nya, Stadion Saint Petersburg mengingatkan kita akan Stadion Toyota di Jepang, hanya yang di Rusia ini dalam versi lebih besarnya.
Sayangnya, di samping kemegahan yang luar biasa itu, Stadion Saint Petersburg juga menyimpan nestapa. Berdasar beberapa investigasi yang dilakukan oleh media-media Eropa, stadion ini ditengarai menjadi salah satu stadion yang paling banyak menelan korban perbudakan. Seperti dilansir The Guardian, pembangunan stadion ini melibatkan buruh-buruh dari Korea Utara yang bekerja 11 jam sehari dengan upah sangat minim: 10-15 dolar AS per harinya.
Pada Piala Konfederasi 2017 ini, Stadion Saint Petersburg ini dijadwalkan bakal menghelat empat laga saja. Yakni dua laga Grup A, satu laga Grup B, dan satu laga partai final. Satu laga yang telah berlangsung di stadion ini adalah laga pembuka antara Rusia menghadapi Selandia Baru. Dalam laga yang dimenangi Rusia dengan skor 2-0 itu, penonton yang hadir di stadion mencapai 50 ribu.
Pada Piala Dunia 2018 kelak, stadion ini akan menghelat tujuh laga. Yakni satu laga Grup B, satu laga Grup A, satu laga Grup E, satu laga Grup D, satu laga babak 16 besar, satu laga dari semifinal, dan satu laga perebutan tempat ketiga. Dengan segala kemegahannya, stadion ini memang layak menghelat laga-laga besar.
Kazan Arena, Kazan
Kazan Arena baru dibangun pada Mei 2010 lalu. Jelas apabila stadion ini memang dipersiapkan sebagai salah satu stadion yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Tak seperti stadion sebelumnya, proyek pembangunan Kazan Arena hanya membutuhkan waktu tiga tahun saja. Pada Juli 2013, stadion ini sudah diresmikan. Bahkan langsung ditetapkan sebagai stadion kandang klub asal Kazan, Rubin Kazan.
Kazan Arena berkapasitas 45,379 penonton. Stadion ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar 450 juta dolar AS. Jika menilik pada desain dan megahnya stadion ini, jumlah sebesar itu begitu layak dikeluarkan untuk membangun Kazan Arena. Terlebih, sebelum menghelat dua pesta sepak bola internasional ini, stadion ini sudah menggelar pesta olahraga yang tak kalah besar.
Pada 2013 lalu, stadion ini menjadi salah satu stadion yang menghelat ajang Olimpiade musim panas bagi atlet-atlet universitas yakni Summer Universiade. Kazan Arena pada ajang tersebut merupakan stadion utama yang menghelat acara upacara pembuka dan penutup. Ajang itu adalah ajang pertama yang dihelat di stadion tersebut.
Ajang berikutnya, yang dihelat pada tahun 2015 lalu, adalah ajang Kejuaraan Dunia Akuatik. Walaupun ini adalah gelaran terakbar olahraga air, bukan berarti Kazan Arena tak bisa menjadi tuan rumah. Bahkan, pada gelaran ini, Kazan Arena menghelat cabang olahraga renang. Ya, ini tidak bercanda. Lapangan di Kazan Arena disulap menjadi kolam renang untuk ajang ini.
Karena itu kemudian Kazan Arena dan ajang ini mendapat rekor. Kolam renang itu kemudian menjadi kolam renang pertama di era modern --setelah kolam renang di White City, London, pada Olimpiade 1908 lalu-- yang mampu menggelar lomba di stadion sepak bola. Anda bayangkan saja, lapangan stadion ini untuk sementara di bangun dua kolam renang dengan masing-masing panjangnya 50 meter. Sebuah hal yang sebenarnya tak terbayangkan, bukan?
Pada Piala Konfederasi 2017 ini sendiri, Kazan Arena hanya menghelat empat laga saja. Laga-laga itu sendiri adalah dua laga Grup A, satu laga Grup B, dan satu laga semifinal. Satu laga yang telah berlangsung di sini adalah laga Grup A antara Portugal versus Meksiko yang berakhir imbang 2-2 dan disaksikan oleh 34 ribu penonton.
Sementara untuk Piala Dunia 2018 kelak, Kazan Arena akan menghelat enam laga. Yakni satu laga Grup C, satu laga Grup B, satu laga Grup H, satu laga Grup F, satu laga dari babak 16 besar, dan satu laga perempat final. Jika menilik dari ajang-ajang sebelumnya yang telah dihelat, Kazan Arena memang pantas menjadi arena ajang-ajang besar.
Stadion Olimpiade Fisht, Sochi
Dibuka pada tahun 2013, Stadion Olimpiade Fisht pada awalnya bukanlah dibangun untuk Piala Dunia 2018. Stadion ini dipersiapkan untuk ajang Olimpiade Musim Dingin 2014 di mana Sochi menjadi tuan rumahnya. Stadion ini adalah stadion utama yang menjadi tempat digelarnya upacara pembukaan dan penutupan ajang tersebut.
Di bangun di kawasan area olahraga, Stadion Olimpiade Fisht berkapasitas 47,659 penonton. Yang menarik, pada awalnya mengingat dipersiapkan untuk Olimpiade Musim Dingin, stadion ini akan beratap tertutup. Namun setelahnya terjadi perubahan di mana stadion ini diubah menjadi stadion beratap terbuka. Dengan kemegahan yang ada, stadion ini menghabiskan dana sebesar 779 juta dolar AS.
Stadion Olimpiade Fisht akan menjadi stadion terbesar ketiga yang akan menghelat Piala Dunia 2018 kelak. Mengingat rekam jejaknya yang telah pernah menggelar sebuah pesta olahraga besar, jelas apabila kapabilitas stadion ini tak perlu diragukan lagi. Terlebih, stadion ini adalah stadion pertama yang bisa menggelar Olimpiade Musim Dingin dan Piala Dunia.
Pada Piala Konfederasi ini, Stadion Olimpiade Fisht bakal menghelat empat laga, yakni dua laga dari Grup B, satu laga Grup A, dan satu laga semifinal. Satu laga yang telah dihelat adalah laga antara Australia versus Jerman yang berlangsung kemarin (19/6) di mana Jerman menjadi pemenang dengan skor 3-2 dan disaksikan oleh 28,605 ribu pasang mata.
Pada Piala Dunia 2018 nanti, Stadion Olimpiade Fisht akan menghelat enam laga. Yakni satu laga Grup B, satu laga Grup G, satu laga Grup F, satu laga Grup C, satu laga dari babak 16 besar, serta satu laga perempat final. Mari menantikan Stadion Olimpiade Fisht mencetak sejarah baru.