icon-category Telco

Menanti 5G Smartfren: Incar Frekuensi 700 MHz dari ASO

  • 09 Mar 2023 WIB
Bagikan :

Yogyakarta, Uzone.id – Dari empat operator seluler di Indonesia, Smartfren menjadi satu-satunya yang belum menggelar jaringan 5G. Frekuensi memang menjadi kendala utama, namun perusahaan tetap menanti peluncuran 5G dengan berharap rampungnya program Analog Switch Off (ASO) dari pemerintah.

ASO, alias migrasi siaran TV analog ke digital di Indonesia memang tidak mulus-mulus amat. Beberapa kali mengalami keterlambatan implementasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Bahkan yang harusnya rampung pada 2 November 2022, hingga kini ASO masih terus berlangsung dengan metode mencicil.

Padahal, ada beberapa manfaat yang selalu digembar-gemborkan Kominfo. Salah satunya adalah pemanfaatan frekuensi 700 MHz –biasa digunakan untuk siaran TV analog– yang dijanjikan dapat digunakan untuk perluasan jaringan 5G di Indonesia.

Baca juga: MWC 2023: Smartfren Gandeng Cisco, Bersiap Menuju 5G

Rampungnya ASO ini diakui Smartfren menjadi harapan perusahaan agar bisa segera menggelar 5G.

“Kami menunggu ASO selesai dan ada [lelang] tender ulang untuk frekuensi bekasnya di 700 MHz. Mudah-mudahan tahun ini beres, karena kami sudah selesai ULO, SKLO juga sudah keluar. Persiapan menggelar 5G sudah ada, kendala kami memang di frekuensi,” ungkap VP Network Operations Smartfren, Agus Rohmat saat berbincang dengan Uzone.id di sela kegiatan ‘Persiapan Network Smartfren untuk Ramadan dan Idul Fitri’ di Yogyakarta, Rabu malam (8/3).

Ia melanjutkan, “BTS kami sudah siap, hanya butuh sedikit upgrade karena core-nya sudah 5G ready, jadi tinggal dimodifikasi sedikit untuk konfigurasinya. Selain itu, kami juga tinggal menyiapkan use case yang akan diimplementasikan. Bisa saja di sektor factory, lalu ekosistem kesehatan seperti telemedicine dan lain-lain, dan sektor properti.”

Ogah nanggung: siap berjuang kantongi 700 MHz

Mengingat Smartfren ‘ketinggalan’ dalam meluncurkan jaringan teknologi 5G di Indonesia, rasanya wajar apabila perusahaan segera ingin bergegas mengejar ketertinggalan tersebut. Namun, Smartfren mengaku tidak mau serba nanggung.

Hal yang sudah pernah ditegaskan oleh Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys beberapa lalu ini kembali ditekankan Agus.

“Jika ASO belum selesai-selesai, bisa saja kita pakai di frekuensi yang ada dulu di 2,3 GHz (band 40). Tapi tentu tidak akan maksimal. Jika memaksakan 5G sekarang ada, otomatis 4G kita kurangi bandwidth-nya, ini tidak ideal sebenarnya,” lanjut Agus.

Agus juga mengatakan, untuk menghadirkan 5G bukan persoalan asal cepat, namun perusahaan juga perlu memikirkan ekosistemnya.

Saat ini perusahaan menaruh harapan besar pada ASO agar bisa berupaya mendapatkan frekuensi 700 MHz.

Baca juga: Smartfren Tambah 1.000 BTS di Jawa Timur

“Ketika ASO selesai, kita akan ikut bidding semaksimal mungkin agar mendapat alokasi frekuensi cukup besar. 700 MHz kata orang-orang golden frekuensi, jadi kita akan fight di situ karena ini frekuensi ideal untuk 5G,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Agus juga meyakini dari segi investasi frekuensi 700 MHz juga ideal karena operator seluler tidak membutuhkan BTS dalam jumlah banyak untuk menghadirkan 5G.

Seperti diketahui, peralihan siaran TV analog ke digital dipercaya akan memberikan manfaat besar bagi negara. Dampak dari beralihnya sistem analog ke digital akan menghasilkan penggunaan spektrum frekuensi 700 MHz yang lebih efisien.

Sementara itu rencana ASO berikutnya dari Kominfo akan digelar pada 20 Maret mendatang di Bali, Banjarmasin, dan Palembang.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini