icon-category Feature

Sate Padang Ajo Ramon, Legenda Pasar Santa

  • 11 Jan 2017 WIB
  • Bagikan :

    Sore menjelang petang ketika jalan mulai dipadati kendaraan orang-orang kantor pulang menuju rumah. Gerobak mulai dipindahkan dan tenda mulai didirikan di area parkir Pasar Santa, Jakarta Selatan.

    Wangi asap yang mengepul seperti memanggil pelanggan untuk datang menikmati sate khas Sumatra Barat.

    Wangi khas sate padang ditambah bawang goreng yang terbakar tak bisa di tolak, tenda pun mulai dipadati para penikmat sate Padang Ajo Ramon. Para pelanggan mulai dari anak muda hingga orang tua suka dengan rasa daging daging dan lidah sate Ajo Ramon.

    Ajo adalah abang dalam bahasa Pariaman, Padang, Ajo Ramon yang berarti Abang Ramon. 

    Abang Ramon adalah nama awal dari pemilik kedai sate padang sejak tahun 1980, kini sang perintis telah tiada dan usahanya diteruskan oleh anak-anaknya yang membuka usaha sate padang di beberapa tempat di Jakarta.

    Sate padang Ajo Ramon sudah sejak lama ada di Pasar Santa dan terkenal dengan rasanya yang enak. Rasa yang tak pernah berubah adalah kunci menjaga pelanggan sampai saat ini.

    Meskipun ada banyak sate padang lain dengan rasa yang khas tersendiri, Ajo Ramon tetap ramai dicari orang.

    Berbeda dengan sate padang gerobak yang biasa mangkal atau lewat dipinggir jalan yang hanya menjual satu jenis sate, lebih banyak ditemui adalah lidah sapi.

    Tidak semua orang suka akan rasa lidah sapi, Ajo Ramon membuat beberapa pilihan tusuk sate dengan daging sapi, lidah sapi atau usus sapi untuk memuaskan para pelanggan.

    Tim UZONE berkesempatan untuk menikmati sate padang Ajo Ramon. Kami mencoba tiga jenis sate yang dalam 1 porsi lidah, daging dan usus yang di campur dengan bumbu kuah berwarna kecoklatan bersama ketupat.

    Ketika mencicip kuah panas, rasanya sangat gurih ditambah taburan bawang goreng menambah nikmatnya melumat tusukan sate. Menggigit tusukan sate usus sapi terasa kenyal namun mudah dikunyah, daging sate terasa empuk ketika di gigit, sate lidah pun tak kalah nikmat dilidah.

    Sate lebih enak lagi ditambah kripik balado atau krupuk kulit yang dicampur kuah sate. 

    Satu porsi sate seharga Rp. 28.000 berisi 10 tusuk sate beserta ketupat, dan Rp. 5.000 untuk satu bungkus kripik singkong balado atau kerupuk kulit. Sate Padang Ajo Ramon buka mulai pukul 5 sore hingga 12 malam di Pasar Santa.  

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini