
Uzone.id - Duo Xiaomi 17T dan 17T Pro meluncur juga di Indonesia. Seperti generasi sebelumnya, keduanya diplot sebagai ‘flagship killer’, membawa sejumlah fitur ala smartphone flagship, termasuk layar berkualitas tinggi, prosesor kencang, hingga konfigurasi kamera hasil kerja sama dengan Leica.
Namun pertanyaan klasik pun muncul, mending beli Xiaomi 17T saja atau sekalian tambah budget ke Xiaomi 17T Pro?Dari sisi harga, selisih keduanya memang lumayan terasa. Xiaomi 17T dijual Rp8.999.000 untuk varian 12/256 GB dan Rp9.999.000 untuk 12/512 GB. Khusus periode 6 sampai 15 Juni di Tokopedia dan TikTok Shop, Xiaomi 17T 12/256 GB mendapat diskon menjadi Rp7.999.000.
Sementara Xiaomi 17T Pro dibanderol Rp11.999.000 untuk varian 12/256 GB dan Rp12.999.000 untuk 12/512 GB. Khusus periode 6 sampai 8 Juni di Shopee, Xiaomi 17T Pro 12/256 GB turun menjadi Rp11.499.000.
Kalau melihat harga normal, selisih Xiaomi 17T dan 17T Pro berada di kisaran Rp3 juta untuk varian memori yang sama.
Tapi kalau menghitung harga promo Xiaomi 17T 12/256 GB yang turun ke Rp7.999.000, jaraknya ke Xiaomi 17T Pro promo 12/256 GB menjadi Rp3,5 juta. Bukan selisih yang kecil, apalagi di kelas harga Rp8 jutaan sampai Rp12 jutaan.
Mari kami bedah satu persatu perbedaan antara Xiaomi 17T dan 17T Pro:
Xiaomi 17T Pro lebih mewah dengan sasis aluminium
Xiaomi 17T dan 17T Pro punya bahasa desain yang mirip. Keduanya membawa tampilan premium, bodi dengan sertifikasi IP68, serta proteksi Gorilla Glass 7i di bagian depan dan belakang.
Saat digenggam pun, rasa mahalnya tetap sama. Meski, kalau ditelisik lebih jauh lagi, Xiaomi 17T Pro sebenarnya mengusung sasis dari aluminium, sementara Xiaomi 17T masih menggunakan bingkai plastik.
Bedanya lagi, tentu saja pada dimensinya. Secara feel penggunaan, Xiaomi 17T Pro memang terasa lebih premium. Tapi kalau dari sisi ergonomi, Xiaomi 17T jauh lebih pas dalam genggaman.
Xiaomi 17T punya dimensi 157,6 x 75,2 x 8,2 mm dengan bobot 200 gram, sementara dimensi versi Pro adalah 162,2 x 77,5 x 8,3 mm dengan bobot 219 gram.
Selain lebih ringkas dan ringan, Xiaomi 17T memang punya layar yang lebih kecil, membuatnya jadi opsi yang lebih masuk akal buat pengguna yang tidak terlalu suka HP berukuran besar. Ya, Xiaomi 17T membawa layar OLED 6,59 inci dan Xiaomi 17T Pro lebih besar dengan panel 6,83 inci.
Layar beda ukuran, kualitasnya sama
Walau ukurannya berbeda, dari sisi kualitas bedanya tidak terlalu terasa. Keduanya sudah membawa panel AMOLED berkualitas tinggi dengan resolusi yang tajam, sudah mendukung Dplby Vision dan HDR10+, dan kedalaman warnanya pun 12-bit atau 68 miliar warna.
Perbedaannya, selain ada di ukuran, adalah tingkat refresh rate-nya. Xiaomi 17T mendukung refresh rate 120Hz, sementara Xiaomi 17T Pro naik ke 144Hz.
Di atas kertas, versi Pro memang lebih tinggi. Tapi rasanya, untuk pemakaian harian, bedanya tidak akan terlalu terasa. Layar 120Hz milik Xiaomi 17T tetap terasa mulus—tak jauh berbeda dari 144Hz milik model Pro.
Buat gaming? Lagian, tidak semua game bisa memanfaatkan tingkat refresh rate tinggi secara maksimal. Jadi, menurut pendapat kami, layar Xiaomi 17T sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk kebanyakan pengguna.
Performa beda level
Perbedaan paling besar antara Xiaomi 17T dan 17T Pro ada di performa. Xiaomi 17T ditenagai MediaTek Dimensity 8500-Ultra, sementara Xiaomi 17T Pro menggunakan Dimensity 9500.
Dimensity 8500-Ultra di Xiaomi 17T sebenarnya sudah sangat kencang untuk kebutuhan harian. Kebetulan, prosesor ini mirip dengan Poco X8 Pro yang bisa kalian lihat review lengkapnya di bawah ini:
Chip ini mengusung konfigurasi 8-core yang terdiri dari 1-core Cortex A725 pada kecepatan 3,4 GHz, 3-core Cortex A725 pada kecepatan 3,2 GHz, dan 4-core Cortex A725 dengan kecepatan 2,2 GHz.
Tapi kalau mau kinerja yang jauh lebih tinggi lagi, jelas Dimensity 9500 jadi pilihan. Info saja, prosesor ini dipakai sejumlah smartphone flagship, seperti Oppo Find X9 dan Find X9 Pro hingga Vivo X300 dan X300 Pro.
Spesifikasinya, Dimensity 9500 usung CPU 8-core dengan 1-core C1-Ultra pada kecepatan 4,21 GHz, 3-core C1-Premium di kecepatan 3,5 GHz, dan 4-core C1-Pro pada kecepatan 2,7 GHz.
Perbedaan lainnya ada pada baterai. Xiaomi 17T ditopang baterai 6.500 mAh dengan fast charging 67W. Kapasitas baterainya juga 1.000 mAh lebih besar dari Xiaomi 15T.
Namun Xiaomi 17T Pro lebih unggul lagi. Kapasitas baterainya 7.000 mAh, didukung fast charging 100W, dan sudah punya wireless charging 50W. Kapasitasnya pun 1.500 mAh lebih besar dari Xiaomi 15T Pro.
Sama-sama punya periscope telephoto
Kamera menjadi bagian yang menarik, karena Xiaomi 17T sekarang naik kelas. Meski bukan varian Pro, Xiaomi 17T sudah membawa kamera periscope telephoto 50 MP dengan 5x optical zoom. Sensor yang digunakan pun sama dengan Pro, yakni ISOCELL JN5 dari Samsung.
Ini upgrade besar. Sebelumnya, fitur seperti ini biasanya hanya tersedia di varian Pro. Dengan adanya kemampuan zoom secara optikal di Xiaomi 17T, pengguna bisa mengambil foto jarak jauh, portrait tele, sampai detail objek tanpa perlu khawatir soal kualitasnya.
Keduanya juga sama-sama membawa kamera ultrawide 12 MP dan kamera selfie 32 MP. Jadi untuk kebutuhan ultrawide, selfie, dan telephoto 5x, pengalaman keduanya akan terasa mirip.
Perbedaan utamanya ada di kamera utama. Xiaomi 17T memakai sensor Light Fusion 800 berukuran 1/1,55 inci, sementara Xiaomi 17T Pro menggunakan Light Fusion 950 yang lebih besar, yakni 1/1,31 inci.
Sensor yang lebih besar di Pro membantu saat memotret di kondisi minim cahaya, menjaga dynamic range, dan menangkap detail yang lebih bersih.
Xiaomi 17T Pro juga lebih unggul untuk video. Berbekal Dimensity 9500 yang lebih kencang, varian Pro mendukung perekaman hingga 8K 30 FPS, sementara Xiaomi 17T mentok di 4K 60 FPS.
Sisanya sama, dari lensa Leica Summilux yang digunakan sampai fitur-fitur seperti Master Portrait hingga filter warna Leica Authentic dan Vibrant, semuanya ada pada Xiaomi 17T dan 17T Pro.
Jadi, mending beli Xiaomi 17T atau 17T Pro aja?
Kalau melihat harga, Xiaomi 17T terasa jadi pilihan paling rasional. Dengan harga mulai Rp8 jutaan, bahkan turun ke Rp7.999.000 saat masa promo, pengguna sudah dapat layar bagus, baterai 6.500 mAh, performa kencang, kamera Leica, dan yang paling penting, kamera periscope telephoto yang sama seperti varian Pro.
Buat kami, Xiaomi 17T cocok buat pengguna yang ingin mendapatkan ponsel rasa flagship tanpa harus bayar terlalu mahal.
Sementara Xiaomi 17T Pro lebih cocok buat pengguna yang memang mengejar performa maksimal. Tambahan Rp3 jutaan terasa masuk akal kalau kalian butuh Dimensity 9500, baterai 7.000 mAh, kemampuan fast charging 100W, wireless charging 50W, layar lebih besar 144Hz, frame aluminium, kamera utama lebih oke, dan kemampuan video lebih serius.
Dengan kata lain, Xiaomi 17T adalah pilihan yang lebih worth it untuk kebanyakan orang. Tapi Xiaomi 17T Pro adalah pilihan yang lebih aman untuk pengguna power user, gamer, atau kreator konten yang ingin spesifikasi lebih baik.