icon-category Technology

Menelusuri Sejarah Penciptaan Plastik

  • 18 Oct 2018 WIB
Bagikan :

Plastik pertama kali ditemukan tahun 1869 oleh John Wesley Hyatt (1837-1920), seorang ahli cetak. Bahan plastik yang pertama diciptakan oleh John Hyatt adalah seluloid. Seluloid diciptakan untuk sebuah lomba membuat bola bilyard, menggantikan bahan sebelumnya yaitu gading, dengan total hadiah senilai USD 10.000.

John Wesley Hyatt membuat seluloid dengan cara mencampurkan selulose nitrat, yang berasal dari kayu atau katun, dengan kamper pada suhu yang tinggi. Penemuannya itu bertahan cukup lama, dan banyak digunakan oleh industri-industri hingga permulaan abad ke-20.

Perkembangan plastik selanjutnya terjadi ketika Leo Hendrik Baekeland (1863-1944) menemukan bakelit, sebuah resin sintetis, pada 1909. Baekeland adalah seorang ahli kimia kelahiran Belgia, yang cukup lama melakukan penelitian di Amerika.

Bakelit tidak terlalu baik untuk digunakan menggantikan besi atau kayu karena sifatnya yang sangat rentan dan mudah mencair. Selama paruh pertama abad ke-20, bakelit banyak digunakan untuk isolasi listrik, telepon, dan benda-benda umum lainnya.

Salah satu jenis plastik yang banyak digunakan untuk industri-industri dewasa ini adalah PVC (Polyvinyl Chloride), dan Polystyrene. Kedua bahan itu memiliki sifat yang jauh lebih kuat dibandingkan bakelit. PVC dan Polystyrene dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1913 dan 1929. Namun penggunaannya belum terlalu luas hingga usai Perang Dunia II.

Polyethylene sendiri banyak digunakan untuk keperluan peralatan modern seperti alat dapur yang ringan, dikembangkan pada 1933 oleh Imperial Chemical Industries (ICI) di Inggris. 

Penemuan itu diinsiasi oleh Karl Ziegler, dan Guilio Natta. Tahun 1963, keduanya memenangkan Hadiah Nobel karena berhasil melakukan perbaikan pada keluarga plastik itu agar menjadi bahan yang sangat baik untuk berbagai peralatan, dan menggantikan bahan kuat lainnya.

Sementara itu, plastik bisa dikategorikan sebagai salah satu benda ciptaan manusia yang paling banyak manfaatnya. Plastik dapat menggantikan bahan-bahan lainnya, semisal kayu dan besi, untuk digunakan dalam keperluan sehari-hari.

Plastik juga tidak memiliki masa pelapukan seperti kayu, dan tidak memiliki masa berkarat seperti besi. Sehingga cocok untuk menjadi alternatif penggantinya. Walau demikian, plastik memerlukan proses pembuatan yang cukup panjang agar dapat layak digunakan

Sumber: Yenne, Bill. tt. 100 Penemuan Paling Berpengaruh di Dunia. Jakarta: Transmedia & Restu Agung

Foto: commons.wikimedia.org

 

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini