
Otak merupakan salah satu organ pada tubuh manusia yang sangat kompleks karena terdiri dari berbagai sel saraf untuk mengatur setiap fungsi tubuh. Setiap bagian otak memiliki perannya masing-masing, sehingga, adanya trauma di kepala menyebabkan kerusakan dan gejala yang berbeda-beda. Hal tersebut juga berlaku pada tumor otak yang memiliki perkembangan gejala yang bervariasi, tergantung bagian sel saraf otak mana yang terkena tumor.
Sebagian besar tumor otak primer terjadi pada sel glia, suatu sel yang menghubungkan sel saraf pada otak. Tumor pada sel otak dikenal dengan nama glioma. Tumor otak juga dapat terjadi pada organ lainnya yang termasuk dalam sistem saraf, seperti pada kelenjar pitutari (adenoma pitutari), selaput otak (meningioma), sel penghubung otak (neuroma), serta pada saraf indera dan keseimbangan (neuroma akustik).
Sedangkan berdasarkan keganasannya, tumor otak dibedakan menjadi jinak dan ganas. Tumor otak jinak cenderung berkembang lambat, tidak menyebar ke bagian otak lainnya serta tidak dapat kembali tumbuh jika ditangani dengan kemoterapi atau radioterapi secara tuntas. Sebaliknya, tumor otak ganas dapat kembali tumbuh dan menyebar dengan cepat, sehingga penanganan dengan pembedahan disertai kemoterapi dan radiologi diperlukan.
Meskipun terdapat jenis yang sangat banyak, beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi dibandingkan jenis tumor otak lainnya, hal tersebut di antaranya:
Jenis tumor otak ini paling sering terjadi dan memiliki empat level keganasan (grade). Sel glia terdapat pada berbagai bagian otak, itulah sebabnya glioma memiliki beberapa sub-tipe utama, yaitu:
Gejala yang ditimbulkan oleh tumor otak glioma di antaranya kejang, sakit kepala, perubahan perilaku, perubahan kemampuan kognitif dan/atau mengalami kesulitan berjalan atau kelumpuhan.
Meningioma adalah jenis tumor otak yang lebih sering terjadi pada orang dewasa dan jenis kelamin perempuan. Tumor ini menyerang jaringan selaput otak pada otak kecil dan otak besar dengan tingkat keganasan namun dapat meningkat. Jika sudah berkembang menjadi ganas pada grade ke-III maka dapat menyebar dengan cepat dan akan lebih sulit dihilangkan tanpa terapi dan pembedahan.
Meningioma dapat menimbulkan gejala muntah-muntah, kejang, gangguan penglihatan dan gangguan perilaku, serta penyebaran tumor dapat terjadi hingga ke wajah dan tulang belakang.
Adenoma pituitari adalah tumor yang tumbuh pada permukan kelenjar pitutari, suatu kelenjar yang berperan dalam mengatur aktivitas kelenjar tiroid dan hormon seks. Jenis tumor ini biasanya ditemukan pada orang dewasa, dan memiliki tingkat keganasan yang rendah.
Gejala yang ditimbulkan bergantung dengan aktivitas tumor yang dapat meningkatkan sekresi hormone pitutari atau menghentikan sekresi. Penderita tumor biasanya mengalami sakit kepala dan gangguan pengelihatan yang diakibatkan tekanan dari tumor, mual dan muntah-muntah, perubahan kognitif, berhenti menstruasi, timbul rambut abnormal pada perempuan, keluar cairan dari payudara, impotensi pada pria, serta kenaikan berat badan dan pertumbuhan tangan dan kaki yang tidak wajar.
Dikenal juga dengan schwannoma yang termasuk neuroma pada sel penghubung seperti tulang belakang ataupun pada indera (neuroma akustik). Tumor dapat berasal dari pelindung serat saraf, baik di dalam tengkorak maupun pada tulang belakang. Meskipun pertumbuhan lambat dan cenderung tidak menyebar, jenis tumor ini dapat tumbuh kembali tanpa tindakan pembedahan.
Tumor ini menyebabkan gangguan saraf yang terkena tumor, sehingga penderita mengalami gangguan fungsi indera atau gangguan keseimbangan.
Tumor yang terjadi sistem limfatik yang terdiri dari nodus limfa. Limfa berperan untuk menghasilkan cairan limfosit sebagai pertahanan terhadap penyakit dan infeksi. Jenis tumor ini sangat ganas, adanya jenis tumor merupakan pertanda pertumbuhan tumor lainnya pada otak. Biasanya terjadi pada lansia dan lebih banyak dialami oleh pria.
Gejala yang ditimbulkan seperti kelumpuhan, gangguan pengelihatan, kejang, dan gangguan perilaku.
Terjadi pada area otak yang berdekatan dengan mata atau sekitar bagian bawah otak yang berdekatan dengan kelenjar pitutari. Biasa terjadi pada anak-anak dan lansia dan ditemukan dengan keganasan rendah.
Gejala yang ditimbulkan seperti gangguan penglihatan, sakit kepala dan gangguan pertumbuhan pada anak.
Lebih banyak dialami oleh anak-anak dan remaja. Jenis tumor ini bermula pada kelenjar pineal yang berdekatan dengan pusat otak dengan tingkat keganasan yang bervariasi. Tumor yang ganas berpotensi menyebar ke tulang belakang dan mengganggu sekresi hormone melatonin yang mengatur siklus terjaga dan tertidur.
Gejala utamanya yaitu kelelahan, sakit kepala, lemas, kesulitan mengingat, dan berpotensi menyebabkan hidrosefalus.
Dialami oleh lansia yang mengalami kanker. Tumor tersebut berasal dari kanker primer yang berasal dari bagian tubuh lainnya, terutama paru, payudara, kolon, ginjal, ataupun kulit. Sebagian besar penyebaran dapat menyerang otak besar namun juga berpotensi menyerang otak kecil dan batang otak.
Keluhan seperti sakit kepala, kejang dan penurunan koordinasi dapat dialami oleh penderitanya.