Home
/
ESG

Mengenal Aplikasi Depok Cerdas, Inovasi Pemkot Depok untuk Tekan Stunting

Pemkot Depok meluncurkan Depok Cerdas untuk digitalisasi penanganan stunting, mempermudah kader TPK mendata dan memantau, serta mengurangi penggunaan kertas.

Mengenal Aplikasi Depok Cerdas, Inovasi Pemkot Depok untuk Tekan Stunting

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Pemerintah Kota Depok melakukan digitalisasi penanganan stunting melalui aplikasi Depok Cerdas untuk mempermudah pendataan dan pemantauan.
  • Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu sekitar 4.700 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang sebelumnya menggunakan sistem manual.
  • Depok Cerdas memungkinkan pengumpulan dan pengelolaan data stunting serta keluarga berencana (KB) secara real-time berdasarkan wilayah (RT, RW, kelurahan, kecamatan).
  • Penggunaan aplikasi mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik (paperless) dan mempermudah pekerjaan kader di lapangan karena bisa diakses via ponsel.

Uzone.id — Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemkot Depok melakukan digitalisasi penanganan stunting melalui aplikasi Depok Cerdas untuk mempermudah pendataan keluarga dan memantau perkembangan stunting di wilayahnya.

Dalam acara Uzone Talks yang tayang pada Kamis, (29/10), Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Citra Indah Yulianti, mengatakan bahwa aplikasi ini dikembangkan untuk membantu ribuan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang sebelumnya masih mengandalkan sistem manual seperti formulir kertas dan lembar kerja Excel untuk melakukan pendataan.

“Kami dibantu oleh Metranet, membuat Depok Cerdas ya. Depok Cerdas ini adalah sebuah sistem aplikasi supaya nanti 4.700 orang kader ini gampang mudah untuk mengisi data gitu,” kata Citra kepada Uzone.id.

Dalam pengembangannya, Pemkot Depok dibantu oleh PT Metranet sebagai pihak developer aplikasi. 

Aplikasi ini pun bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan kader di lapangan, sehingga proses pengumpulan dan pengelolaan data bisa berjalan lebih mudah.

Pada dasarnya, Depok Cerdas merupakan aplikasi pendataan yang digunakan untuk mendukung pekerjaan kader TPK di Kota Depok.

Citra menjelaskan, sebelum aplikasi ini digunakan, kader masih harus mengolah data secara manual. Cara tersebut dinilai kurang efisien karena jumlah kader yang terlibat mencapai ribuan orang.

Sistem ini pun hadir bukan sekadar dashboard pemantauan saja tapi juga menjadi platform yang memungkinkan kader memasukkan data berdasarkan wilayah, termasuk informasi mengenai kondisi dan perkembangan stunting.

“Jadi dibikinlah sebuah sistem aplikasi supaya nanti TPK 4.700 orang ini gampang, mudah untuk mengisi data,” ujar Citra dalam acara Uzone Talks, Jumat (30/10).

Melalui aplikasi ini, data yang dimasukkan kader dapat dilihat berdasarkan wilayah RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan. Pemerintah pun dapat mengelompokkan informasi tersebut untuk mengetahui perkembangan kondisi stunting di setiap wilayah Kota Depok.

“Berarti dari per kelurahan, kecamatan se-Kota Depok sudah kelihatan seperti apa,” kata Citra menjelaskan fungsi sistem tersebut.

Hingga saat ini aplikasi, Depok Cerdas telah diterapkan kepada sekitar 4.700 kader TPK yang tersebar di 11 kecamatan dan 63 kelurahan di Kota Depok.

Para kader bertugas melakukan pendampingan keluarga sekaligus mengumpulkan data yang dibutuhkan pemerintah, termasuk informasi terkait stunting dan keluarga berencana (KB).

Penggunaan aplikasi melalui ponsel menjadi salah satu kemudahan yang ditawarkan. Kader dapat memasukkan data langsung dari lapangan tanpa harus selalu datang ke kantor dinas untuk menyerahkan laporan.

Meski demikian, aplikasi ini tidak dapat diakses secara bebas oleh masyarakat umum. Pengguna harus memiliki akun dan nama pengguna untuk masuk ke sistem.

Ketika ditanya apakah warga bisa menggunakan aplikasi tersebut secara langsung, Citra menjelaskan bahwa aksesnya memang dibatasi untuk pengguna yang memiliki akun.

“Kalau warga sih tidak bisa akses, karena harus ada username, ada pengguna akun, ada akunnya,” kata Citra.

Digitalisasi melalui Depok Cerdas juga membantu mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik. Sebelumnya, pendataan menggunakan kertas atau Excel membutuhkan proses pengumpulan dan rekapitulasi sebelum informasi dapat dimanfaatkan.

Dengan aplikasi, kader dapat memasukkan data melalui ponsel, sedangkan pemerintah dapat melihat informasi yang sudah tercatat dalam sistem.

Citra menilai pemanfaatan teknologi ini juga sejalan dengan upaya mengurangi penggunaan kertas.

“Ini kan juga salah satu aplikasi yang cinta lingkungan hidup juga, mengurangi kertas, paperless,” katanya.

Menurutnya, sistem tersebut turut mempermudah pekerjaan kader karena mereka tidak perlu menghabiskan waktu dan biaya untuk bolak-balik ke kantor dinas hanya untuk menyerahkan data.


FAQ Artikel

Apa itu aplikasi Depok Cerdas?

Depok Cerdas adalah sebuah aplikasi digital yang dikembangkan oleh Pemkot Depok untuk mendigitalisasi penanganan stunting, mempermudah pendataan keluarga, dan memantau perkembangan stunting di wilayahnya.

Siapa yang mengembangkan aplikasi Depok Cerdas?

Pemkot Depok dibantu oleh PT Metranet sebagai pihak developer dalam pengembangan aplikasi Depok Cerdas.

Untuk siapa aplikasi Depok Cerdas ditujukan?

Aplikasi ini ditujukan khusus untuk sekitar 4.700 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kota Depok agar lebih mudah dalam mengumpulkan dan mengelola data di lapangan.

Apa manfaat utama Depok Cerdas bagi kader TPK?

Depok Cerdas mempermudah kader TPK dalam memasukkan data secara digital melalui ponsel, menggantikan sistem manual (formulir kertas atau Excel), serta mengurangi kebutuhan bolak-balik ke kantor dinas untuk menyerahkan laporan.

Apakah masyarakat umum dapat mengakses aplikasi Depok Cerdas?

Tidak, aplikasi Depok Cerdas tidak dapat diakses secara bebas oleh masyarakat umum. Pengguna harus memiliki akun dan nama pengguna untuk masuk ke dalam sistem.

Bagaimana Depok Cerdas mendukung upaya "paperless"?

Aplikasi ini memungkinkan kader memasukkan data langsung melalui ponsel, sehingga mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik dan penggunaan kertas dalam proses pendataan.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article