
Gegap gempita Asian Games 2018 sudah selesai. Sebagai tuan rumah, Indonesia finis di posisi keempat dengan raihan 98 medali, dengan detail 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Indonesia hanya kalah dari Cina yang mendulang 289 medali, Jepang 205 medali dan Korea Selatan 177 medali.
Indonesia dianggap sukses jadi tuan rumah, setidaknya itu yang tercermin dari pernyataan Presiden Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC), Thomas Bach. Dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Minggu (2/9/2018), Bach mengatakan kalau Indonesia pantas jadi tuan rumah pesta olahraga lebih besar, dalam hal ini Olimpiade.
"Dengan kesuksesan Asian Games, kalian telah membuktikan bahwa kalian bisa melakukannya [jadi tuan rumah Olimpiade]," katanya, dikutip dari Antara.
Presiden Joko Widodo sendiri mengatakan akan mengajukan Indonesia sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032.
"Dengan pengalaman yang kita miliki dalam penyelenggaraan Asian Games ke-18 ini, maka kita Indonesia yakin untuk juga bisa mmapu menjadi tuan rumah untuk perhelatan lebih besar," katanya, di Istana Bogor, Sabtu (1/9/2018), dikutip dari Antara.
Sebelum benar-benar terwujud, sebetulnya ada kompetisi olahraga lain yang bakal segera diselenggarakan di Indonesia. Namanya: Asian Para Games.
"Saya senang memberi tahu bahwa Indonesia telah berjanji untuk menyelenggarakan Asian Para Games 2018 edisi berikutnya," ujar Sekjen APC, Malini Rajasegaran. Malini berterima kasih Indonesia mau jadi tuan rumah.
Jika panitia pelaksana Asian Games disebut Inasgoc, maka panitia pelaksana Asian Para Games 2018 dinamakan Inapgoc (Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee). Ketuanya adalah Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2011-20114.
Dalam pertemuan dengan APC di Jakarta, pada 13 sampai 14 April lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan karena Asian Para Games 2018 berlangsung hanya satu bulan setelah Asian Games, maka tak bakal banyak investasi untuk menambah fasilitas dan infrastruktur. Inapgoc diminta untuk bekerja sama dengan Inasgoc untuk mensukseskan acara ini.
Akan ada 18 olahraga yang bakal dipertandingkan dalam Asian Para Games 2018. Di antaranya atletik, badminton, bowling, catur sampai berenang. Dari 18 itu ada 582 nomor pertandingan yang bakal dipertandingkan.
3.000 atlet dari 42 negara di Asia anggota Asian Paralymic Commitee akan turut serta. Dari jumlah itu, satu persepuluhnya, atau setara 300 orang, akan diisi oleh atlet-atlet difabel Indonesia.
Salah satu cabang olahraga yang ditargetkan mencatat emas adalah tenis meja. "Saya yakin berat, tapi dengan kerja keras dan fokus, saya yakin bisa mendapatkan tiga medali emas," ujar Bayu Widi, pelatih timnas tenis meja.
Pun dengan bulutangkis. Indonesia menargetkan empat emas dari sana. Asisten pelatih bulutangkis, Jarot Hernowo, mengaku optimis angka itu bisa diraih. "Kalau berkaca pada gelaran di Malaysia lalu kita optimis bisa mendapatkan empat medali emas, semoga itu bisa tercapai," katanya.
Indonesia sebetulnya sudah punya pengalaman menyelenggarakan acara serupa. Pada 2011 lalu Indonesia menyelenggarakan ASEAN Para Games di Solo, Jawa Tengah. Kala itu Thailand sukses jadi juara dengan memboyong 126 emas. Sementara tuan rumah bertengger di posisi kedua dengan perolehan emas sebanyak 113.
Pada perhelatan empat tahunan nanti, Indonesia menargetkan jadi juara umum. Capaian ini dianggap realistis karena faktanya Indonesia adalah juara umum ASEAN Para Games 2017 yang diselenggarakan di Malaysia, dengan raihan 126 emas.
Selain itu diharapkan Asian Para Games 2018 juga jadi ajang kampanye agar Indonesia dianggap sebagai salah satu negara di Asia yang ramah disabilitas. Masyarakat juga diharapkan dapat lebih paham isu-isu disabilitas secara umum.
Baca juga artikel terkait ASIAN PARA GAMES 2018 atau tulisan menarik lainnya Rio Apinino