icon-category Gadget

Mengenal MyWay, Helm untuk Tunanetra Pemenang Samsung Innovation Campus

  • 17 Oct 2022 WIB
Bagikan :
Tim SIC SMKN 1 Geger Madiun yang memenangkan kompetisi Samsung Innovation Campus 2022 (Foto: Susetyo/Uzone)

Uzone.id - “Mas, tapi mohon maaf ya nanti sekolah kami agak terpencil, kanan kirinya sawah semua.”

Begitu ucap Rochim, salah satu guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Geger, Madiun, saat akan menerima kedatangan tim Uzone.id. Namun siapa sangka, dari kota kecil tersebut beberapa anak didik mereka berhasil memenangkan kompetisi Samsung Innovation Campus (SIC) Batch-3 2021/2022.

Adalah Alya Zahra Nabilla, Eka Nur Ayu Wulandari, Nevi Armiza Febbiyanti, Rizka Maulidyah Racmah, empat gadis yang tergabung dari Tim SIC SMKN 1 Madiun berhasil membuat MyWay dan meyakinkan para juri atas inovasinya.

Dikatakan oleh Eka, MyWay adalah helm cerdas yang dapat memberikan informasi  bagi tunanetra melalui aplikasi WayApp,  fungsinya dapat memanggil tunanetra bila keluarga mencari, dapat mengirim notifikasi hingga dapat mengetahui halangan di depan ketika mereka berjalan.

Ditambahkan oleh Rizka, alasan mereka membuat helm MyWay ini karena mereka melihat di lingkungan sekitarnya banyak orang dengan keterbatasan penglihatan ini.

“Kami juga riset di Google, banyak tunanetra yang belum dibantu dalam aktivitas harian mereka, kebanyakan masih dibantu oleh tongkat,” tambah Rizka.

Lalu apa saja fitur dan cara kerja dari Helm MyWay ini?

Dijelaskan oleh Nevi, Helm MyWay ini menggunakan Sensor Ultrasonik untuk mendeteksi halangan, sehingga bila ada suatu halangan dalam jarak 80 sentimeter akan mengeluarkan output suara peringatan.

Foto: Susetyo/Uzone

 

Fitur kedua adalah Sensor GPS, dengan ini keluarga dapat mengetahui lokasi tunanetra berada melalui aplikasi yang mereka buat bernama WayApp.

“Fitur selanjutnya adalah fitur Recognition, pengguna Helm MyWay ini menggunakan kamera untuk men-scan wajah orang yang dikenali ataupun tidak dikenali, dan akan mengeluarkan output suara peringatan dan akan menyimpan wajah mereka melalui aplikasi WayApp, melalui fitur data face,” jelas Nevi lagi.

Terakhir, ditambahkan oleh Alya, kemampuan dari helm ini sejatinya ada di belakangnya. Kotak hitam ini merupakan komputer mini bernama Rasberyy Pi. “Ibaratnya ini alat untuk menunjang semua perintah seperti prosesor,” sebut Alya.

Ngomong-ngomong soal Rasberry Pi, Alya bercerita beberapa hari menjelang penjurian SIC 2022, helm MyWay ini sempat jatuh sehingga menyebabkan memory card di Rasberry Pi-nya patah.

Rasberry Pi (Foto: Susetyo/Uzone)

 

“Padahal kartu memori itu isinya program (Software) untuk menerima dan melakukan perintah tersebut. Untungnya, kami bisa buru-buru membetulkannya,” cerita Alya.

Samsung Innovation Campus Disambut Baik

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 1 Geger, Drs. Thaha Bauzir, M.Pd., mengucapkan rasa bangganya terhadap kemenangan Tim SIC SMKN 1 Geger di kompetisi tersebut.

“Ini merupakan ketiga kalinya kami memenangkan kejuaraan dari program SIC. Tentu saja kami bangga, dan mengucapkan terima kasih kepada Samsung karena program SIC ini dapat terus memacu kreatifitas para siswa,” ungkap Thana.

Dia mengungkapkan rahasia 3 tahun berturut-turut sekolahnya bisa memenangkan kompetisi ini. Menurut dia, tim ini sudah disiapkan jauh-jauh hari, dan diseleksi dari semua kelas.

Bantuan pelatihan yang diberikan oleh Samsung Electronics Indonesia pun turut membantu para anak didiknya untuk memahami apa yang ingin mereka buat, sehingga menghasilkan sebuah project yang inovatif, salah satunya adalah MyWay, sebuah solusi yang dapat membantu para tunanetra.

“Kami juga mengapresiasi beasiswa yang diberikan oleh Samsung Indonesia, ditambah peluang kerja di perusahaan. Harapannya anak-anak kami bisa diterima dan bekerja dengan baik,” tambahnya.

Sebagai informasi, Samsung Electronics Indonesia juga menyiapkan beasiswa Job Readiness Training  kepada 40 siswa terbaik dalam program SIC Batch 3 ini, yang terdiri dari 20 siswa yang tergabung di 5 tim finalis dan 20 siswa terbaik lainnya yang dipilih dari babak ketiga yaitu IoT Product Development Bootcamp.

Nantinya ke-40 penerima beasiswa ini juga akan ditempatkan bekerja di perusahaan-perusahaan yang menjadi partner dari Skilvul, setelah mereka lulus.

Menggelitik saat mereka ditanya apa nanti cita-citanya, keempat gadis ini kompak masih belum mengetahui pasti akan menjadi apa di masa depan.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini