
Panic attack dan anxiety attack kesannya hanya panik dan cemas biasa saja, padahal kedua kondisi ini digolongkan sebagai gangguan psikologis. Jangan-jangan, Anda juga mengalaminya? Simak lebih jauh apa itu panic attack, apa itu anxiety attack, dan bagaimana cara mengenali ciri-ciri serta gejalanya.
Kecemasan lebih dari sekedar insting. Sebagai hasil dari reaksi “fight or flight” tubuh, kecemasan memiliki beberapa tanda dan gejala fisik. Kecemasan bisa menakutkan, mengganggu, dan melemahkan. Karena banyak gejala yang serupa ditemukan pada sejumlah penyakit umum (seperti penyakit jantung, masalah tiroid, dan gangguan pernapasan), orang yang mengalami serangan panik sering membuat beberapa kunjungan ke ruang gawat darurat atau kantor dokter, berpikir bahwa mereka memiliki penyakit yang mengancam jiwa. Membutuhkan hingga beberapa bulan atau bertahun-tahun dan banyak episode frustrasi sebelum mendapatkan diagnosis yang tepat.
Tanda dan gejala anxiety atau kecemasan adalah:
Namun jika Anda terus dihinggapi oleh kecemasan dan ketakutan yang luar biasa hingga mengganggu rutinitas dan fungsi Anda sehari-hari, inilah yang disebut dengan gangguan kecemasan (anxiety attack).
Gangguan kecemasan atau anxiety attack sebenarnya merupakan payung besar yang melingkupi enam macam gangguan psikis, yaitu generalized anxiety disorder (GAD), serangan panik atau panic attack, obsessive-compulsive disorder (OCD), fobia, social anxiety disorder, dan post-traumatic disorder (PTSD).
Di sisi lain, serangan panik adalah sebuah kondisi turunan dari anxiety attack yang memiliki karakteristik lebih spesifik. Istilah “panic attack” dan “anxiety attack” sering kali digunakan untuk mendeskripsikan satu sama lain. Padahal, dalam dunia medis, kedua hal ini merupakan hal yang sangat berbeda. Panik dan kecemasan adalah dua kondisi yang berseberangan dan dibentuk oleh ciri yang berbeda pula.
Mungkin Anda pernah merasakan perasaan takut yang membanjiri tubuh saat terjebak dalam situasi yang mengancam atau berbahaya. Menyeberang jalan saat sebuah mobil mendadak melintas kencang, misalnya, atau mendengar teriakan massa yang menggelegar saat terjadi demo. Kepanikan sesaat bikin menggigil dan bulu kuduk merinding, menyebabkan jantung berdebar kencang, perut terasa mulas, dan pikiran kalut bercampur aduk. Saat bahaya tersebut usai, biasanya gejala kepanikan juga akan menghilang. Kepanikan kini tergantikan oleh rasa lega karena kita berhasil melewati krisis dan kembali melanjutkan hidup.
Sekarang, bayangkan jika Anda tengah berbelanja di sebuah swalayan dan bertemu dengan tetangga atau teman lama. Di tengah obrolan yang mengasyikkan, tiba-tiba Anda dilanda kepanikan yang amat sangat seperti akan didatangi sebuah musibah besar. Jantung Anda berdebar kencang sampai terasa menyakitkan, keringat dingin, dan berkunang-kunang. Mendadak Anda ingin pingsan, merasa gila, atau bahkan seperti ingin mati. Lalu setelah segalanya terlewati, kepanikan tersebut berubah menjadi rasa lemas, lelah, dan kebingungan; Anda terus menerus dihantui pikiran kenapa hal itu mendadak terjadi, kapan akan terjadi lagi, dan harus bagaimana saat serangan tersebut kembali.
Jika Anda sering mengalami kepanikan mendadak tanpa sebab, dan Anda terus diteror rasa takut bahwa serangan ini akan terjadi lagi dan lagi, Anda mungkin mengalami satu kondisi psikis serius namun mudah ditangani, yaitu serangan panik alias panic attack.
Cathy Frank M.D., direktur Outpatient Behavioral Health Services di Henry Ford Hospital, menjelaskan bahwa serangan panik, atau panic attack, terjadi secara spontan dan bukan sebagai reaksi dari sebuah situasi yang penuh tekanan. Serangan panik terjadi tanpa alasan dan tidak dapat diprediksi. Selama serangan panik berlangsung, orang yang mengalaminya akan terjebak dalam teror dan ketakutan yang luar biasa hingga merasa seperti akan mati, kehilangan kontrol atas tubuh dan pikiran, atau mengalami serangan jantung. Lebih lanjut lagi, penderita akan diteror perasaan khawatir terhadap munculnya serangan panik selanjutnya.
Walaupun penyebab pasti dari sebuah serangan panik belum dapat diketahui, penelitian memperkirakan bahwa kombinasi antara kondisi biologis tubuh (gen) dan faktor eksternal lingkungan memiliki kontribusi yang sama besarnya terhadap serangan dan perkembangan panic attack.
Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM 5), serangan panik dikarakteristikan oleh empat atau lebih dari gejala di bawah ini:
Banyak gejala dari anxiety attack dan panic attack yang mirip satu sama lain, namun pada serangan kecemasan alias anxiety attack, periode serangan umumnya lebih singkat dan tidak seserius serangan panik. Meski demikian, gejala anxiety attack lebih sulit untuk hilang dalam sekejap dan bisa bertahan lama hingga berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan.
Banyak orang yang memiliki gangguan kecemasan ini juga mengalami depresi di satu momen dalam hidupnya. Kecemasan dan depresi dipercaya mengakar dari kerentanan biologis yang sama, yang dapat menjelaskan mengapa kedua kondisi yang berlainan ini sering kali terjadi tumpang tindih. Depresi memperparah gejala gangguan kecemasan, begitu pula sebaliknya. Penting untuk Anda mencari pertolongan untuk kedua masalah psikis ini.