
Uzone.id - Insentif mobil listrik memang belum jelas nasibnya sampai hari ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sedang menghitung-hitung, bisa gak nih insentif kembali diberikan untuk mobil EV.
Purbaya sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah masih menimbang-nimbang keberlanjutan insentif tersebut.Keputusan akan sangat bergantung pada perhitungan dampak kebijakan terhadap defisit anggaran negara.
Sementara banyak pihak menanti gebrakan pak Menkeu, sejumlah pabrikan seperti Chery dan Polytron sudah menaikkan harga duluan, sedangkan BYD mengaku masih menahan harga jualnya.
BYD memastikan harga keenam model mobil listriknya di Tanah Air tetap dipertahankan, meskipun nasib kebijakan insentif EV dari pemerintah untuk tahun anggaran 2026 belum menemui kejelasan.
Strategi Jangka Panjang BYD
Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa keputusan untuk menahan harga merupakan bagian dari visi bisnis jangka panjang perusahaan.
Ia menegaskan bahwa BYD telah mempersiapkan diri untuk menghadapi struktur pajak apa pun.
"Subsidi dan pajak itu hanyalah salah satu komponen pembentuk harga yang ada di kendaraan," ujar Luther di Jakarta.
Ia menambahkan, meskipun insentif PPN 2026 belum pasti, penjualan BYD di Indonesia tetap menunjukkan performa yang baik.
BYD meyakini produk mereka akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat, apalagi ketika masih didukung oleh dukungan lain dari pemerintah.
Seperti pemberlakuan peraturan ganjil-genap, pemotongan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahunan, juga pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan nol emisi.
"Sampai saat ini pun kami belum ada melakukan perubahan di sisi harga, kami masih confidence dengan situasi saat ini," tambah Luther.
Jadi pihaknya memastikan konsumen yang berencana membeli mobil BYD dalam waktu dekat akan mendapatkan harga yang tidak berubah dari periode sebelumnya.
Daftar Harga Mobil Listrik BYD di Indonesia (Maret 2026)