
Confetti bertebaran setelah ditiupkan dari kanan dan kiri depan panggung saat bagian akhir lagu Kali Kedua. Menandakan konser Raisa bertajuk 'Fermata' di The Hall Senayan City telah usai. Lagu That's Amore milik Dean Martin diputar, mengiringi Raisa dan pemain band-nya memberi hormat kepada audiens.
Pemandangan itu menandakan perpisahan Raisa dari kesibukan bermusik telah dimulai, ia ingin rehat sampai waktu yang belum ditentukan. Maka kata Fermata yang merupakan istilah dalam musik klasik diadaptasi menjadi tajuk, Fermata berarti hold (tahan) atau pause (jeda).
Selain perpisahan, hal yang juga ditekankan dalam konser kemarin malam (21/11) adalah rasa intim. Sejak jumpa media pada pertengahan Oktober lalu, Raisa mengatakan konser akan berlangsung intim dengan banyak obrolan dan curahan hati. Pun pada poster tertera tulisan 'intimate concert'.
Alih-alih, keintiman tersebut justru tidak terasa dari awal sampai akhir konser.
[Gambas:Instagram]
Mengapa demikian? Karena ada jarak antara Raisa dari penonton. Cara menonton konser yang 'mengharuskan' duduk di kursi yang tersusun rapi sesuai kategori menciptakan jarak, karena yang terdekat dari panggung masih sekitar 2 sampai 3 meter.
Jarak yang terhitung dan terlihat bisa dikalahkan dengan rasa yang tidak terhitung dan terlihat. Tetapi konser khususnya, baru akan terasa intim bila pengunjung menyaksikan idolanya sembari berdiri sehingga dekat dengan panggung. Bila tak ingin semua penonton berdiri, penyelenggara bisa menyediakan opsi bagi yang ingin duduk.
Ya, memang musisi berusia 28 tahun ini banyak berinteraksi dengan pengunjung selama konser yang berdurasi kurang-lebih dua jam. Mulai dari cerita proses pembuatan lagu sampai lagu favoritnya. Sayangnya, obrolan itu tidak membangun rasa intim. Terlebih ketika Raisa secara tidak langsung terus-menerus berusaha mengatakan 'konser ini intim'.
Pada awal show misalnya, ia berinteraksi dengan pengunjung setelah membawakan lagu Anganku Anganmu, Pergilah dan Bye Bye tanpa jeda. Ia mengaku lelah bernyanyi dan menari dalam kondisi tengah hamil. Tak lupa ia membalas pengunjung yang meneriakkan namanya.
"Selamat malam dan selamat datang. Kerasa kan intim? Harusnya sih kerasa," kata Raisa.
|
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Raisa begitu ingin mendekatkan diri dengan penggemar. |
Ajakan Raisa untuk bernyanyi dan bergalau sama saja dengan penampilannya di acara lain. Tak ada yang spesial dan tidak menimbulkan rasa intim yang digadang-gadang sejak bulan lalu. Kembali lagi kalau soal perasaan, memang tidak bisa dipaksakan.
Pengunjung sempat riuh dan bersemangat ketika Raisa turun panggung saat menyanyikan lagu Jatuh Hati. Kurang-lebih selama tiga menit ia berkeliling di antara pengunjung sembari bernyanyi. Namun hal ini pun tergolong sangat biasa dalam konser, dan tidak selalu bisa membangun rasa intim.
Meski demikian, baik audiens atau Raisa tetap merayakan konser tersebut. Terlebih ketika Yaya, sapaan karib Raisa, membawakan lagu lama seperti Serba Salah, Could It Be, Mantan Terindah, dan Apalah Arti Menunggu.
|
Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri
Raisa saat rilis lagu 'My Kind of Crazy'. |
Harus diakui suara Raisa memang bagus dan masih bagus sampai konser kemarin. Kehamilan tidak mengganggu kualitas suaranya. Pun ia masih terbilang aktif di panggung, mondar-mandir kanan-kiri dan beberapa kali menari dengan menggoyangkan tangan dan bahu.
Raisa tergolong tidak memiliki banyak waktu rehat dalam penampilannya semalam. Waktunya beristirahat adalah ketika sedang berbincang dengan pengunjung, serta saat ke belakang panggung untuk berganti kostum.
Tepuk tangan dan apresiasi untuk Raisa yang mampu tampil dalam konser dua jam sembari berbadan dua.