Telco

Merger Jadi Indosat Ooredoo Hutchison, Pemerintah RI Pegang Saham 9,6 Persen

  • 17 September 2021
  • Bagikan :

    (Foto: Indosat Ooredoo Hutchison) 

    Uzone.id - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I atau Tri) telah melakukan merger pada Kamis (16/9/2021) dengan total nilai transaksi sekitar USD6 miliar atau sekitar Rp85,5 triliun (kurs Rp14.258 per USD1).

    Merger ini melahirkan nama baru, yakni Indosat Ooredoo Hutchison. 

    Transaksi ini akan mengkonsolidasikan perusahaan hasil merger sebagai operator nomor dua terbesar di Indonesia dengan pendapatan tahunan sekitar USD3 miliar atau sekitar Rp42,77 triliun, seperti dalam pernyataan resmi yang diterima UzoneID pada Kamis.

    "Dari aksi merger ini, CK Hutchison akan mengakuisisi 50 persen kepemilikan saham di Ooredoo Asia dengan menukarkan 21,8 persen kepemilikannya di Indosat Ooredoo Hutchison dengan 33,3 persen saham di Ooredoo Asia, dan akan mengakuisisi tambahan 16,7 persen saham dari Grup Ooredoo dengan imbalan uang tunai sebesar USD387 juta atau sekitar Rp5,5 triliun," kata perusahaan.

    Setelah transaksi, Para Pihak masing-masing akan memiliki 50,0 persen saham Ooredoo Asia, yang akan diubah namanya menjadi Ooredoo Hutchison Asia, yang akan mempertahankan 65,6 persen kepemilikan saham pengendali di perusahaan hasil merger.

    Setelah penutupan transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan bersama oleh Grup Ooredoo dan CK Hutchison.

    BACA JUGA: Indosat Ooredoo Resmi Merger dengan Tri, Nama Barunya Unik

    "Ini akan tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan Pemerintah Indonesia memegang 9,6 persen kepemilikan saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memegang 10,8 persen saham, dan pemegang saham publik lainnya memegang sekitar 14,0 persen," imbuh mereka.

    Tunduk pada persetujuan pemegang saham Indosat Ooredoo yang diperlukan, Para Pihak telah sepakat untuk mencalonkan Vikram Sinha sebagai CEO dan Nicky Lee sebagai CFO Indosat Ooredoo Hutchison.

    Kemudian, Ahmad Al-Neama akan tetap menjadi Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo dan Cliff Woo akan tetap sebagai CEO H3I sampai selesainya merger.

    Setelah selesai, Ahmad Al-Neama dan Cliff Woo akan bergabung dengan Dewan Komisaris dari perusahaan hasil merger, dengan tunduk pada persetujuan Indosat Ooredoo yang diperlukan.

    Grup Ooredoo

    Ooredoo adalah perusahaan komunikasi internasional yang beroperasi di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara. Melayani konsumen dan bisnis di 10 negara, Ooredoo memberikan pengalaman data terdepan melalui berbagai konten dan layanan melalui jaringan seluler dan tetap yang canggih dan berpusat pada data.

    Ooredoo menghasilkan pendapatan sebesar QAR 29 miliar per 31 Desember 2020. Sahamnya tercatat di Bursa Efek Qatar dan Bursa Efek Abu Dhabi.

    BACA JUGA:  Kemenperin Kembangkan Virtual Technopark, Ini Manfaatnya

    CK Hutchison

    Terdaftar di Bursa Efek Hong Kong Limited, CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) adalah konglomerat multinasional terkenal yang berkomitmen pada inovasi dan teknologi dengan bisnis yang menjangkau seluruh dunia.

    Dengan operasi di sekitar 50 negara dan 300.000 karyawan di seluruh dunia, CK Hutchison memiliki empat bisnis inti - pelabuhan dan layanan terkait, ritel, infrastruktur, dan telekomunikasi.

    CK Hutchison melaporkan omset sekitar HKD404 miliar (US$52 miliar) untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.ckh.com.hk

    Indosat Ooredoo

    Indosat Ooredoo (IDX: ISAT), salah satu anggota Grup Ooredoo, sedang membangun telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia, memungkinkan akses dan konektivitas yang lebih baik untuk semua orang dan setiap bisnis.

    Indosat Ooredoo bercita-cita untuk memperkaya kehidupan masyarakat Indonesia di dunia digital. Perusahaan melaporkan 60 juta pelanggan seluler pada 1Q 2021 dan mengoperasikan 66.313 BTS 4G yang mencakup hampir 90 persen populasi.

    H3I

    H3I atau Tri adalah salah satu penyedia layanan komunikasi seluler terkemuka di Indonesia yang mengoperasikan jaringan nasional.

    Tri Telah beroperasi secara komersial di Indonesia sejak tahun 2007 dan telah berkembang menjadi penyedia gaya hidup digital, menawarkan layanan data, digital, suara, SMS, roaming internasional dan telekomunikasi seluler lainnya kepada pelanggan.

    H3I, di bawah merek '3', mengoperasikan jaringan nasional berlisensi 2G, 3G/WCDMA dan 4G LTE GSM. H3I memiliki spektrum 10 MHz pada pita 1800 MHz dan spektrum 15 MHz pada pita 2100 MHz.

    H3I menawarkan pengalaman gaya hidup mobile yang kaya kepada pelanggannya, didukung oleh teknologi 4G LTE di hampir 37.000 desa di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali dan Lombok, dengan menggunakan kabel transmisi serat optik sepanjang kurang lebih 16.000 km.

    }); setTimeout(function(){ $(".modal2").addClass('hilang'); }, 30000);