
“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan”. Begitu kata slogan peringatan bahaya merokok yang terdapat di bungkus rokok. Tapi tak banyak yang tahu kalau ternyata bahaya rokok juga ikut menghantui kesehatan tulang. Seorang perokok aktif akan lebih mudah mengalami osteoporosis di masa tua nanti.
Seperti sel tubuh lainnya, sel tulang memerlukan aliran darah yang terbebas dari racun agar tetap dapat tumbuh dan beregenerasi secara optimal. Racun yang masuk ke dalam tubuh ketika Anda merokok akan secara perlahan merusak berbagai sel tubuh, tak terkecuali sel tulang. Sel tulang yang rusak menyebabkan kepadatan tulang rapuh dan mudah keropos.
Merokok juga menyebabkan kerusakan tulang secara tidak langsung. Dalam beberapa kasus, merokok menurunkan kemampuan seseorang untuk beraktivitas fisik sehingga memicu gaya hidup yang tidak sehat lainnya, seperti mengonsumsi alkohol. Bahaya rokok juga melemahkan daya tahan tubuh perokok pada umumnya sehingga mereka memiliki pola konsumsi dan penyerapan nutrisi yang kurang sehat. Khususnya pada perempuan, merokok meningkatkan risiko menopause dini, yang merupakan faktor penting dalam terjadinya osteoporosis.
Kandungan rokok, nikotin dan berbagai zat racun lainnya, memicu perubahan dan kerusakan tulang dalam beberapa cara, di antaranya:
Kerusakan tulang akibat rokok merupakan proses jangka panjang, sehingga semakin muda usia seseorang pertama kali merokok maka semakin besar mengalami osteoporosis di masa tua. Saat usia anak-anak hingga usia 30 tahun merupakan masa dimana tubuh menyimpan nutrisi untuk membangun kepadatan tulang. Ketika individu merokok pada masa tersebut maka kemampuan tubuh untuk menyimpan nutrisi akan berkurang sehingga mereka yang merokok akan memiliki masa tulang yang lebih rendah saat dewasa. Kepadatan kandungan mineral pada tulang individu perokok dilaporkan lebih rendah 15-30% dibandingkan orang-orang yang tidak merokok.
Setelah usia 30 tahun maka massa tulang akan menurun dengan sendirinya secara perlahan, dan proses regenerasinya pun ikut melambat. Pada masa ini, kepadatan tulang yang hilang tidak akan bisa kembali. Dengan ditambah kebiasaan merokok, maka proses penurunan kepadatan tulang bisa terjadi bahkan lebih cepat lagi sehinga berkembang menjadi osteopenia, yang merupakan gejala awal osteoporosis.
Efek jangka panjang dari bahaya rokok terhadap kesehatan tulang juga tidak terbatas pada individu yang menghisap rokok saja namun juga orang lain yang menghirup atau terpapar asap rokok. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar racun terdapat pada asap rokok yang dapat terhirup dan diserap sehingga menimbulkan efek kerusakan yang sama pada tubuh dan tulang orang-orang di sekitar perokok.
Berhenti merokok merupakan cara pertama dan terpenting untuk meminimalisir efek racun dari rokok terhadap tulang. Lakukan upaya berhenti merokok dengan matang dan mengganti kebiasaan merokok pada waktu-waktu tertentu dengan kebiasaan lain hal tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko relaps dari perilaku merokok. Pada usia berapapun, berhenti merokok dapat mencegah proses kerusakan tulang yang akan mengeliminasi salah satu faktor risiko Anda dari osteoporosis.
Selain berhenti merokok, perubahan gaya hidup untuk menjaga kesehatan tulang juga perlu dilakukan dengan cara:
The post Bagaimana Merokok Dapat Membahayakan Kesehatan Tulang Anda appeared first on Hello Sehat.