
Uzone.id - Rencana kewajiban BBM etanol 10 persen masih menjadi kajian di industri otomotif, pasalnya sejumlah produsen tentu harus mempersiapkan hal ini. Tetapi Royal Enfield mengaku produk motornya yang menggunakan mesin terbaru sudah bisa meminum bensin etanol 10 persen alias E10.
Anindya Dwiasti selaku Regional Marketing Manager Asia Pacific Royal Enfield menyebutkan saat ini produk motornya sudah bisa untuk menggunakan BBM terkandung E10.Mengingat motor Royal Enfield di Indonesia merupakan impor utuh dari India yang juga memproduksi untuk kebutuhan pasar di negara-negara yang telah menerapkan BBM etanol.
"Kalau mesin-mesin terbaru kami sih sudah siap ya untuk BBM etanol, terutama model-model bermesin 350, 450, dan 650. Itu kan mesin-mesin baru tuh, sudah bisa menggunakan BBM etanol 10 persen," ujar Anin di Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/10).
Anin juga menjelaskan, berbeda dengan motor Royal Enfield keluaran lama yang masih bermesin 500. Menurutnya mesin Royal Enfield yang lama tidak diketahui apakah bisa menggunakan BBM etanol.
"Motor model lama itu yang masih bermesin karburator, bukan mesin modern yang seperti saat ini menggunakan injeksi. Itu kita enggak tahu apakah bisa menggunakan BBM etanol," jelas Anin.
Artinya bagi pengguna motor Royal Enfield dengan mesin twin seperti Interceptor 650 dan Continental GT 650 yang pertama kali masuk Indonesia di tahun 2019 sudah bisa menggunakan BBM E10.
Begitu juga produk dengan mesin twin setelahnya, seperti Super Meteor 650, Shotgun 650, dan Classic 650 yang baru diluncurkan beberapa bulan lalu.
Kemudian untuk Royal Enfield mesin 350, dengan model J-Series juga sudah bisa menggunakan BBM E10 seperti Meteor, Classic 350, Hunter 350, dan Bullet 350.
Sementara untuk kelas menengahnya, terdapat mesin 450 cc yang diisi oleh Himalayan terbaru dan Guerilla yang meluncur di IIMS 2025 kemarin.
Perlu diketahui, BBM dengan kandungan etanol perlu persiapan dari segi produk yang dibuat oleh produsen, salah satunya tangki, fuel pump, injektor, hingga mesin kendaraan.
Hal ini dikarenakan etanol pada bensin memiliki sifat higroskopis atau menyerap air yang harus dipikirkan oleh produsen agar konsumen tidak perlu khawatir.
Pada tangki bensin misalnya, jika tidak dipersiapkan untuk BBM terkandung etanol, maka bisa memberikan efek samping karatan pada dindingnya.
Nah untungnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menguji BBM dengan kandungan etanol 10 persen sebelum dijual di Indonesia. Menariknya Kementerien ESDM akan menggandeng sejumlah industri otomotif dalam negeri.
Rencana ini dikatakan sudah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Alasannya karena dengan menggunakan etanol bisa membuat Indonesia mengurangi impor BBM dari luar negeri.