
Uzone.id — ChatGPT berhasil memecahkan rekor sebagai platform digital tercepat yang menyentuh 1 miliar pengguna aktif bulanan.
Menurut laporan dari Sensor Tower, ChatGPT mencapai tonggak sejarah ini pada bulan Mei 2026 dan baru diumumkan pada Juni ini. Angka tersebut berhasil diraih sekitar tiga tahun pasca ChatGPT resmi diluncurkan ke publik.Dengan prestasi tersebut, ChatGPT diklaim berhasil menembus angka 1 miliar pengguna aktif bulanan lebih cepat dibandingkan aplikasi lain yang sudah lebih dulu mencapai angka tersebut, termasuk Facebook, TikTok, Instagram, dan YouTube.
Sebagai perbandingan, TikTok sempat memecahkan rekor sebagai aplikasi tercepat yang meraih 1 miliar pengguna bulanan pada September 2021 lalu. Platform ini berhasil meraih angka tersebut dalam kurun waktu 5 tahun setelah dirilis dan sukses mendapat penghargaan dari Guinness World Records.
Sementara itu, Instagram butuh sekitar 7,8 tahun lalu Facebook butuh waktu sekitar 8,7 tahun dan disusul YouTube dengan 8,1 tahun setelah dirilis.
Pencapaian ChatGPT ini didapat di tengah persaingan yang semakin ketat antara Anthropic dan OpenAI untuk memperebutkan dominasi di pasar kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Meski masih menjadi pemimpin pasar, pesaing ChatGPT terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Menurut Sensor Tower, jumlah pengguna bulanan Claude dari Anthropic meningkat 640 persen secara tahunan, sementara Meta AI melonjak hingga 973 persen.
Sebaliknya, pertumbuhan ChatGPT berada di angka 62 persen saja dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pertumbuhan stagnan ini terus terjadi, tahta ChatGPT kemungkinan bisa digeser dalam waktu dekat oleh pesaingnya, yaitu Claude atau Meta AI.
Analis Senior Sensor Tower, Abe Yousef, mengatakan pertumbuhan para pesaing OpenAI didorong oleh peningkatan kualitas model AI sekaligus perubahan pandangan pengguna.
Salah satunya didorong oleh kerja sama antara OpenAI dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada Februari lalu untuk menghadirkan model AI di jaringan rahasia militer.
Setelah pengumuman tersebut, jumlah pengguna yang menghapus aplikasi ChatGPT melonjak sekitar 295 persen dalam sehari.