home ×
Technology

Metamorfosis Nama OS Android yang Usianya Menginjak Satu Dekade

23 October 2018 By
Metamorfosis Nama OS Android yang Usianya Menginjak Satu Dekade
Share
Share
Share
Share

Uzone.id -- Siapa yang pakai sistem operasi besutan Google, Android? Tidak terasa, Android telah hadir dan menjadi bagian penting dari kultur digital masyarakat sejak 10 tahun lalu.

Android.Inc didirikan oleh Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White pada Oktober 2003. Bagi yang belum tahu, debut OS Android disematkan di ponsel T-Mobile G1 yang layarnya dapat digeser pada 22 Oktober 2008. Revolusi ponsel pintar tampaknya memang tidak lengkap tanpa kehadiran Android.

Ketika Android meluncur, sistem operasi ini menghampiri pasar yang tengah ramai oleh perkembangan gadget teknologi. Kala itu, Apple sudah masuk ke pasar ponsel pintar dengan iPhone pertamanya yang dirilis pada 2007. BlackBerry sedang hits-hitsnya. Microsoft tengah mempersiapkan Windows Phone untuk menggantikan Windows Mobile.

Keputusan yang aneh? Tentu tidak.

via GIPHY

Seakan bagai cenayang, keputusan Google untuk merilis Android di masa gadget pintar sedang jor-joran dikembangkan tentu bukan sebuah kebodohan.

Lihat saja sekarang. Sistem operasi Android nyaris berada di tiap gadget yang bukan produk keluaran Apple. Mengutip The Verge, pada 2017 kemarin ada lebih dari 2 miliar perangkat aktif berbasis Android di dunia, di mana 85 persen di antaranya adalah perangkat smartphone.

Nah, untuk merayakan 10 tahun kehadirannya, yuk kilas balik sejenak mengenai metamorfosis Android, khususnya soal perubahan nama yang sangat menarik itu.

Android - awal mula Android muncul di ponsel bernama T-Mobile G1 yang dirilis di Amerika Serikat tahun 2008. Namanya masih sebatas Android saja, dengan fitur notifikasi yang dapat di-swipe dari bagian atas layar, widget, hingga integrasi Gmail.

Android 1.1 - dirilis pada Februari 2009, ini adalah upgrade pertama Android dan dapat membenahi bug di dalam ponsel.

Android 1.5 Cupcake - OS pertama Android yang diberi nama dari jenis makanan pencuci mulut alias dessert. Selain berbagai pembaruan seperti tampilan antarmuka yang lebih ramah dan on-screen keyboard, Cupcake menjadi tonggak penting bagi penamaan Android. Sejak itu, sudah menjadi tradisi Google untuk memberi nama Android dari jenis dessert sesuai urutan alfabet.

Android 1.6 Donut - mengutip The Verge, salah satu hal menonjol dari OS Donut adalah dukungan untuk ponsel tipe CDMA.

Android 2.0/2.1 Eclair - dirilis pada November 2009, OS ini bekerja dengan baik untuk layar ponsel dengan dimensi 854x480 pixel, akun multiple Google pengguna juga bisa dimasukan di dalam satu ponsel, pattern lock, hingga navigasi Google Maps.

Android 2.2 Froyo - pertengahan 2010, OS Froyo disematkan pertama kali di ponsel keluaran Google, Nexus. OS ini mendukung mobile hotspot, copy-paste di Gmail, dan menambahkan keamanan buka ponsel dengan PIN.

Android 2.3 Gingerbread - perubahan di OS ini terletak di elemen tampilan antarmuka yang lebih segar dan modern. OS ini juga dulunya dipercaya lebih bisa hemat baterai.

Android 3 Honeycomb - di OS ini, alih-alih mengedepankan nuansa serba hijau pada tampilan layar sebagai warna khas Android, Honeycomb malah mengubahnya menjadi serba biru. Dari indikator baterai, sinyal, hingga widget jam.

Android 4.0 Ice Cream Sandwich - di sini ada perubahan penting seperti tombol virtual, transisi dari tema serba hijau menjadi biru, sampai teknologi face unlock yang kala itu sayangnya belum terlalu populer.

Android 4.1 4.2 4.3 Jelly Bean - ini mungkin salah satu nama OS yang paling dikenal. Jelly Bean dapat menerima perintah suara tanpa harus terkoneksi dengan internet atau WiFi, kehadiran Google Assistant, dukungan Miracast yang dapat streaming video dan audio dari ponsel ke TV, dan update berkala untuk aplikasi inti seperti Gmail, Chrome, dan Calendar.

Android 4.4 KitKat - OS ini diluncurkan pada Oktober 2013 bersamaan dengan ponsel Nexus 5. Perubahan di Android KitKat terletak di desain transparan pada kolom notifikasi dan tombol on-screen. Tak lupa kehadiran Emoji yang penuh warna di dalam papan ketik.

Android 5.0 Lollipop - meluncur pada November 2014, OS ini menawarkan tampilan yang serba mulus dan kelancaran multitasking dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. OS ini juga terhubung dengan Android Wear.

Android 6.0 Marshmallow - diperkenalkan pada Oktober 2015, kala itu Android dan iOS dari Apple dianggap semakin mirip kinerjanya. OS ini memberi kontrol lebih kepada pengguna, baterai yang lebih hemat, dan kinerja yang lebih pintar seperti Android Pay, sidik jari, dan dukungan USB-C.

Android 7.0 Nougat - perubahan besar dari OS yang dirilis pada Agustus 2016 adalah fitur split-screen multitasking, quick reply, quick settings, kualitas tinggi untuk grafis 3 dimensi.

Android 8.0 Oreo - Diluncurkan tahun 2017, OS Oreo meresmikan Google Assistant sebagai asisten pintar ponsel bawaan. Fitur snoozing juga diperbarui dan memungkinkan pengguna tinggal swipe notifikasi dan mendapat reminder beberapa saat kemudian.

Android 9.0 Pie - nama Pie dipilih Google untuk merayakan 10 tahun kehadirannya. OS ini mengusung navigasi berbasis gesture dan tampilan khusus untuk memantau (dan membatasi) penggunaan aplikasi ponsel. OS Pie juga terintegrasi lebih dalam dengan artificial intelligence (AI) untuk produktivitas, fitur Do Not Disturb mode, screenshot editing, dan fitur Lockdown untuk melindungi data pribadi.

Paling tidak tahun depan kita bakal ikutan mikirin kira-kira apa nama OS Android selanjutnya, karena huruf berikutnya cukup sulit, yakni Q!

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id