
Uji coba untuk mencari bukti kehidupan di Mars sudah dimulai sejak 1976. Saat itu dua pesawat ulang alik kembar yang diberi nama Viking meluncur mulus ke permukaan Mars.
Mereka terbang bersama, terpisah, dan mengambil tiga contoh tanah Mars. Sampel ini hendak dipelajari untuk mengecek kemungkinan adanya tanda-tanda kehidupan di sana.
Namun, saat itu peneliti tak menemukan sedikitpun organisme. Padahal mereka memperkirakan Mars seharusnya ada organisme. Sebab, planet ini punya komposisi karbon yang mirip dengan komet atau meteorit. Peneliti menemukan organisme pada dua benda angkasa tersebut.
Sampel tanah yang sama, perchlorate yaitu berupa garam yang mudah terbakar, berhasil ditemukan lagi pada 2008 oleh pesawat luar angkasa Phoenix. Puluhan tahun setelah Viking melakukan pendaratannya di Mars.
Selanjutnya pada 2014, misi Mars Curiousity menemukan molekul organik lainnya di Mars dari material chlorobenzane. Molekul ini terbentuk dari ketika material karbon terbakar dengan perchlorate, seperti ditulis Tech Times.
Peneliti lantas memang menemukan kehadiran molekul organik. Meski demikian, peneliti masih belum bisa menyimpulkan apakan benar pernah ada kehidupan di planet itu.
Sebab, mungkin saja molekul organik ini terbentuk oleh proses alam tanpa pernah adanya bukti kehidupan yang lebih besar di Mars. Hal inilah yang membuat tak seorangpun peneliti yang berani mendeklarasikan bahwa pernah ada kehidupan di Mars, demikian dilansir dari BGR.