
Sedikitnya tujuh orang mitra Grab diduga mengalami luka pukul hingga terkena peluru karet di dalam kericuhan yang terjadi pada aksi unjuk rasa yang diadang oleh aparat keamanan.
Salah satu koordinator aksi Tezar menuturkan sejumlah rekannya terkena luka akibat dugaan dipukul aparat keamanan hingga terkena tembakan peluru karet.
Indra mengatakan dari awal SOP pihak kepolisian tidak akan melakukan kekerasan dalam mengamankan unjuk rasa.
Dia mengklaim situasi tidak terkendali karena ada dugaan provokator yang melempari polisi dan melakukan pendorongan.
"SOP dari awal dijalankan tapi karena dorong-mendorong terjadi jadi situasi tidak dikontrol. Saya minta kalau dilanjutkan tetap kondusif," kata Indra.
Lihat juga:Regulasi Baru Taksi Online Selesai 20 Desember |
Saat ini, pengemudi masih menunggu perwakilan Grab untuk melakukan dialog terkait dengan tuntutan mereka. Sejumlah hal yang dituntut adalah tarif dan tak ada pembekuan akun pengemudi secara sepihak.
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata sebelumnya menuturkan perusahaan tidak akan menoleransi dan melakukan peninjauan ulang terhadap keputusan pemutusan hubungan kemitraan yang telah diberlakukan kepada mitra pengemudi.
Hal itu dikarenakan mereka terbukti melakukan tindakan kriminal dan melanggar kode etik Grab.
"Keputusan ini kami ambil sebagai bentuk keberpihakan kami terhadap seluruh pelanggan setia serta ribuan mitra pengemudi Grab yang bekerja secara jujur yang dirugikan karena tindak kecurangan yang dilakukan oleh sekelompok mitra pengemudi," katanya.