
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia bakal kedatangan pemain industri otomotif asal China, yaitu BYD. BYD siap mengucurkan dana investasi di dalam negeri untuk bermain di segmen kendaraan listrik.
Langkah BYD disebut Airlangga sama seperti sejumlah produsen otomotif lain yang sudah lebih dulu eksis di dalam negeri seperti Toyota, Mitsubishi, Honda (motor), dan Wuling yang telah melakukan proyek percontohan kendaraan listrik.
BYD sudah mulai terdengar di dalam negeri pasca 25 unit BYD digunakan sebagai armada taksi listrik Blue Bird.
"Jika mereka melakukan prototyping dan proyek percontohan, itu berarti mereka berkomitmen untuk investasi lebih lanjut," kata Airlangga mengutip keterangan resminya, Jumat (10/5).
Lihat juga:Komentar Anies Setelah Jajal Bus Listrik |
"Misalnya, kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga engine yang diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80 persen. Ini yang menjadi andalan ekspor kita," ungkap dia.
Ia melanjutkan bahwa pemerintah serius mematangkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai program percepatan pengembangan kendaraan listrik. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur agar para pelaku industri otomotif tertartik untuk investasi.
Dalam implementasinya tahap awal, ia mengatakan akan diberlakukan melalui bea masuk nol persen dan penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor ramah lingkungan.
Pemerintah telah menyiapkan peta jalan pengembangan kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Pengembangan LCEV ini meliputi Kendaran Hemat Energi Harga Terjangkau (LCGC), Electrified Vehicle (kendaraan listrik) dan Flexy Engine (kendaraan dengan bahan bakar fleksibel/alternatif).
"Perpres sebagai payung hukum sedang diformulasikan terutama mengenai persyaratan yang akan menggunakan fasilitas insentif," tutup Airlangga.