
Uzone.id - Isu mobil nasional mencuat lagi ke permukaan, kali ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku Hyundai Motor siap untuk membantu proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Akankah rebadge lagi?
Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor, menunjukkan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam pengembangan mobil nasional yang berbasis kendaraan listrik (EV)."Mereka siap dengan model tertentu dan itu perlu pembahasan lebih detail dan tentu yang namanya kendaraan ini kan ada desainnya, ada basisnya, tetapi, basisnya yang dibahas berbasis EV," ujar Airlangga dikutip dari Antara.
Airlangga mengatakan pembahasan lebih lanjut mengenai skema kerja sama dengan Hyundai masih akan dilakukan lebih lanjut. Sehingga belum tahu apakah kerja sama ini dalam bentuk rebadge atau bukan.
Sebelumnya, proyek mobil nasional ini pertama kali digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto dengan mengatakan pemerintah telah memulai langkah awal untuk menghadirkan mobil buatan Indonesia sendiri di tiga tahun ke depan.
"Saudara-saudara belum merupakan prestasi tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang," kata Prabowo belum lama ini.
Prabowo mengaku pemerintah telah menyiapkan alokasi dana dan lahan untuk pembangunan pabrik yang akan memproduksi kendaraan di dalam negeri. Bahkan tim pengembang disebutkannya telah bekerja untuk menyiapkan hal tersebut.
Tak lama berselang Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri dalam negeri sudah siap menjalankan proyek mobil nasional.
Bahkan Agus mengusulkan agar program mobil nasional ini dijadikan sebagai PSN, yang sudah menyurati Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk dipertimbangkan.
"Minggu lalu, saya sudah tanda tangan surat yang ditujukan kepada Menteri Bappenas," ungkap Menperin.
Menurut Agus, dengan ditetapkannya sebagai PSN dapat mempercepat implementasi pembuatan mobil nasional di Tanah Air.
"Dan dengan penetapan status PSN, itu seharusnya semua yang berkaitan dengan persiapan, implementasi, sampai nanti commissioning itu bisa lebih cepat, sesuai dengan harapan dari Bapak Presiden," jelasnya.