
Pemalsuan pelat nomor kendaraan bermotor kerap terjadi di Indonesia. Di Jakarta, pelat palsu ini biasanya digunakan sebagai modus agar melenggang di jalur ganjil-genap tanpa dicegat polisi. Pada sisi lain, pelat imitasi kerap dipergunakan untuk pencurian, penipuan, dan kasus pidana lainnya.
Siasat mencurangi aturan hukum itu juga terjadi di berbagai negara lain. Misalnya di Amerika Serikat (AS). Pada Juni 2018 lalu, dua pria asal Sacramento, California, Joseph Seeger, dan Travis Quigley ditangkap. Hal itu diberitakan The Sacramento Bee.
Saat menggeledah, polisi menemukan peralatan atletik curian senilai 3.000 dolar AS di dalam mobil. Temuan itu berawal dari kecurigaan polisi pada pelat nomor mobil mereka yang tertulis angka “19”. Angka yang dari gorekan spidol itu berada di ujung pelat nomor.
Sedangkan di Austin, AS, polisi mencurigai tindak-tanduk Alfredo Ariza yang bergelagat mencurigakan saat mengunjungi sebuah toko di dekat pom bensin. Seorang karyawan melaporkan Alfredo masuk ke toko, membawa beberapa barang, lalu keluar terburu-buru.
Seperti diberitakan CBNAustinNews, karyawan itu lantas memanggil polisi. Polisi sendiri menemukan empat pelat nomor palsu di mobil Alfredo, obat-obatan terlarang, dan juga ganja. Ia ditangkap pada Agustus 2018.
Ada juga Kevin Donnel Thorne. Dia ditangkap di rumahnya di High Point, North Carolina, AS, Mei 2018 lalu. Sebab Kevin ketahuan memproduksi pelat mobil temporer yang berlaku selama 30 hari. Polisi menemukan kertas, printer, dan laptop yang digunakan untuk membuat pelat palsu tersebut.
Kasus serupa terjadi pada Februari 2016, di negeri Ratu Elizabeth, Laura Marcus menerima surat pelanggaran dari polisi karena pelat mobil miliknya digandakan oleh seseorang di London Utara. Saat kejadian itu, ia berada 200 mil (321,869 km) dari lokasi. Laura berada di Staffordshire.
Diberitakan The Guardian bahwa, Laura merupakan korban dari permasalahan yang sering terjadi di Inggris. Kloning pelat nomor kendaraan biasanya dilakukan oleh mereka yang menggunakan mobil untuk merampok, penduduk yang malas mengasuransikan mobil, dan pengendara yang ugal-ugalan di jalan tol. Pada akhirnya, denda akan dikirimkan ke pemilik pelat mobil asli.
Beralih ke Asia, dalam operasi penggerebekan di Bangkok, Thailand, pada Juni 2017, polisi menangkap 12 tersangka di 19 lokasi. Operasi tersebut menyita 39 mobil, 56 sepeda motor, 12 senjata, amunisi, 13 pelat mobil palsu, dan 34 buku rekening. Diberitakan The Nation bahwa, lokasi tersebut terkait dengan perdagangan kendaraan, senjata, dan peminjaman uang ilegal.
