
Uzone.id - Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum memiliki produk motor listrik yang diluncurkan secara massal hingga di tahun 2026 ini. Masih kalah dengan India yang sejauh ini sudah ada dua produk motor listrik yang dijual ke pasar.
Dengan ketertinggalan ini, tentu sulit membuat YIMM menjadi pusat produksi dan pengembangan motor listrik untuk kawasan Asia.Yamaha India sudah meluncurkan motor listrik terlebih dahulu dengan basis Aerox beberapa bulan lalu dengan nama Aerox-e. Menariknya Yamaha meluncurkan motor listrik baru lagi belum lama ini di Negeri Hindustan tersebut yakni EC-06.
Rifki Maulana selaku Manager Public Relations, YRA & COmmunity YIMM mengatakan untuk menjadi pusat produksi motor listrik tentu berkaitan dengan regulasi yang sudah diterapkan oleh suatu negara.
"Pasti ada hubungannya dengan regulasi di sana, contoh pemerintah sana punya standar emisi yang setara dengan Euro berapa. Hal-hal itu yang membuat transisinya lebih cepat atau bagaimana," ujar Rifki di IIMS 2026 belum lama ini.
Rifki sendiri mengaku belum bisa merespon apakah Yamaha Indonesia bisa menjadi pusat produksi motor listrik Indonesia. Saat ini pihaknya juga masih mengulur waktu soal pelucuran produk motor listrik.
"Kalau jadi hub, saya belum bisa jawab karena saya belum tahu. Tapi yang pasti, beberapa produk Yamaha Jepang kan sudah sempat mengaspal di Indonesia, contoh kayak E01, terus yang kita support kerja sama YMC dengan ride-hailing. Itu sudah dijalankan, tapi kalau untuk bisnis, kita masih wait and see," ungkapnya.
Rifki mengaku saat ini pasar masih merespon motor konvensional lebih baik dari motor listrik. Dengan demikian, setiap produsen menurutnya punya strategi mana yang lebih efisien.
"Saat ini market terbesar kita masih dari ICE, kalau dengan kondisi seperti itu masing-masing produsen punya strategi mana yang lebih efisien untuk menjadikan hub. Kalau Yamaha Indonesia kan dipercaya jadi hub global model kan, termasuk motor-motor cc besar," tambahnya.
Meski terdengar pesimis mengenai motor listrik, namun Rifki mengaku di masa depan jika kondisinya berbeda tidak menutup kemungkinan Yamaha Indonesia menjadi pusat produksi motor listrik.
Saat hal ini tiba, Rifki pihaknya siap untuk memproduksi motor listrik dengan standar global.
"Selama kita mematuhi regulasi yang dibutuhkan, kita harus siap," pungkasnya.
Yamaha memang sudah mengenalkan beberapa produk motor listrik seperti E01 dan Neo's beberapa tahun yang lalu. Namun keduanya dihadirkan hanya sebagai proof of study saja, alias belum benar-benar diluncurkan.
Kabar terakhir, Yamaha menggunakan Neo's untuk studi lagi mengenai penggunaan motor listrik. Studi kali ini bekerja sama dengan perusahaan ride-hailing sebagai tunggangan mitra driver mereka.