
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta seluruh masyarakat untuk tidak ikut dalam aksi reuni 212 yang akan dilaksanakan pada 2 Desember 2017 di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta.
"Tidak perlu lagi (ikut aksi 212) sebab itu sudah masa lalu. Cara dakwah dengan seperti itu sudah tidak tepat lagi. Kita tinggal merangkul saja, kita satu bangsa," ujar Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe`i di Bandung, Senin (27/11/2017).Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan pengamanan terkait reuni akbar 212 dengan mengerahkan 85.000 personel gabungan.
"Ini juga meminta untuk setiap Polres di seluruh Indonesia melakukan antisipasi pergerakan massa agar tidak datang ke Jakarta," kata Argo di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/11/2017).
Reuni akbar 212, menurut Argo rencananya akan dipusatkan di Masjid Agung Istiqlal, DKI Jakarta agar tidak mengganggu ketertiban umum. Pasalnya dalam reuni akbar tersebut tadinya meminta di sekitar Monas, Jakarta Pusat.
Tetapi hal itu tidak dapat terlaksana dikarenakan akan mengganggu aktivitas pengunjung yang hendak menikmati keindahan Monas dan tempat wisata lainnya di sekitar daerah itu.
Selain itu, alasan lain aksi akan dipusatkan di Masjid Agung Istiqal adalah agar sistem pengamanan lebih terstruktur dan terukur bila terjadi bentrokan.
Pengamanan aksi tersebut juga lebih berkonsentrasi di daerah-daerah keramaian, akses jalan tol maupun fasilitas layanan umum supaya antisipasi dan pengendalian akan lebih mudah.
Ia menambahkan kegiatan ini perlu dikawal dengan baik, karenanya jumlah masa pada aksi 212 mencapai jutaan orang sehingga bisa dipastikan akan mengganggu akses kepentingan umum.
Baca juga artikel terkait AKSI 212 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto