
Uzone.id — Gojek akan menerapkan skema potongan aplikasi 8 persen mulai 1 Juli 2026 mendatang. Skema ini akan lebih dulu diterapkan untuk mitra driver roda dua atau GoRide.
Dalam keterangan yang diterima Uzone.id, Rabu, (24/06), penerapan skema baru ini mendukung Perpres Ojek Online yang sudah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.Menurut Catherine Hindra Sutjahyo, Wakil Direktur Utama dan Deputi CEO GoTo, langkah ini diambil sebagai salah satu upaya peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online.
“Mulai 1 Juli 2026, Gojek akan mengimplementasikan potongan aplikasi sebesar 8 persen untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua atau GoRide. Hal ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan para Mitra Pengemudi ojek online,” ujarnya dalam Konferensi Pers yang dilakukan di DPR RI, Selasa, (23/05) lalu.
Dalam penerapan aturan baru ini, driver ojek online khususnya GoRide nantinya akan mendapat pendapatan lebih tinggi karena potongan aplikasi yang lebih rendah, dari awalnya dipotong 20 persen kini hanya dipotong 8 persen saja.
Namun, GoTo menjelaskan bahwa dengan diterapkannya skema ini, mereka akan melakukan penyesuaian. Salah satu yang kemungkinan disesuaikan adalah biaya yang dibebankan kepada para pelanggan.
“Implementasi skema bagi hasil ini tentu tidak mudah dan akan memberikan tantangan bagi lini bisnis roda dua Perusahaan. Oleh karena itu, penyesuaian perlu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang saling terkait,” tambah Catherine.
Pertimbangan ini mencakup peluang pendapatan mitra pengemudi yang tetap terjaga, keterjangkauan harga layanan bagi pelanggan, dan keberlanjutan ekosistem.
Dihadiri juga oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, pemberlakuan komisi untuk layanan transportasi online beroda dua ini disebut telah ditunggu-tunggu oleh para pengemudi ojek online.
“Merupakan komitmen kami semua di DPR RI untuk mengawal proses panjang perjuangan teman-teman di ojek online. Hal ini menjadi komitmen Bapak Presiden Prabowo yang betul-betul berpihak terhadap seluruh pengemudi ojek online,” tambahnya.
Pasca penerapan ini, Catherine menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi Mitra Pengemudi dan keberlanjutan ekosistem secara keseluruhan.