icon-category Travel

Mulai 7 Januari 2019, Wisatawan yang Meninggalkan Jepang Harus Bayar Pajak

  • 10 Jan 2019 WIB
  • Bagikan :

    Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

    Uzone.id - Sejak 7 Januari 2019, Jepang membebani semua wisatawan dengan pajak. Jadi, kamu harus membayar pajak 1.000 yen (9,25 dollar AS atau sekitar Rp 130 ribu) sebelum meninggalkan Jepang.

    Karena itu, mengutip AFAR, Travel Magazine and Guide, pajak ini dinamakan “sayonara tax”. Kebijakan ini tentu membuat biaya perjalanan ke Negeri Sakura menjadi sedikit lebih mahal. Meski demikian, pelancong mendapatkan manfaat dari pajak tersebut.

    Baca: Mengapa Seprai Kasur Hotel Berwarna Putih?

    Menurut Japan National Tourism Organization (JNTO), pemerintah setempat berencana menggunakan pajak tersebut untuk memperluas dan meningkatkan infrastruktur wisata di Jepang menjelang Olimpiade Tokyo 2020 dan seterusnya.

    Dengan perkiraan sekitar 50 miliar yen (461.877.500 dollar AS) yang dihasilkan dari pajak pada 2019, pemerintah Jepang bermaksud untuk mengalokasikan pendapatan baru ke tiga bidang utama.

    Baca: 5 Etika Makan dan Minum di Vietnam

    Selain menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan bebas stres bagi para pelancong dengan menambahkan facial recognition gates di bandara dan pelabuhan, pemerintah Jepang juga berencana mengembangkan akses informasi ke dalam banyak bahasa—via plakat—terkait destinasi wisata di Jepang.

    Kebijakan pajak ini berlaku untuk semua turis. Namun ada beberapa pengecualian. Jika kamu memesan perjalanan ke Jepang sebelum 7 Januari 2019, tetapi berangkat setelah 7 Januari 2019, kamu tidak akan dikenakan pajak.

    Baca: Baca: 3 Kuliner Wajib Coba di Situbondo

    Anak-anak di bawah usia dua tahun, turis yang meninggalkan Jepang melalui udara atau laut dalam waktu 24 jam setelah kedatangan, dan orang-orang yang datang ke Jepang karena cuaca buruk atau keadaan yang tidak dapat dihindari tidak akan dikenakan pajak.

    Jepang bukan satu-satunya negara yang memungut pajak untuk wisatawan. Australia juga mematok 60 dollar (43 dollar AS) “Passenger Movement Charge” untuk semua tiket pesawat penumpang—baik penduduk Australia maupun wisatawan—yang meninggalkan negara tersebut. Kamu juga harus membayar 25 dollar AS sebelum keluar dari Kamboja.

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini