Digilife

Munas Nahdlatul Ulama 2021 Akan Bahas Mata Uang Kripto

  • 23 September 2021
  • Bagikan :

    Ilustrasi (Foto: Bermix Studio / Unsplash)

    Uzone.id - Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2021 akan turut membahas mata uang kripto (cryptocurrency) dalam pandangan fiqih.

    Koordinator Komisi Waqi’iyah Munas-Konbes 2021, H Mahbub Ma’afi mengatakan bahwa agenda pembahasan mata uang kripto masuk agenda Konbes NU karena masyarakat dunia makin banyak menggunakannya, tak terkecuali Indonesia.

    “Sampai Juni 2021, investor crypto mengalami penambahan sampai 6,8 juta investor, dengan jumlah transaksi yang fantastis yaitu 429 triliun. Itu bulan Juni,” Mahbub Ma’afi dilansir UzoneID dari NU Online, Selasa (22/9/2021).

    BACA JUGA: Mango Live Dihapus Kominfo Sejak Februari 2021, Selebram RR Kok Bisa Akses?

    Mahbub Ma'afi kemudian mengatakan, mata uang kripto perlu dikaji lebih dalam lagi karena Indonesia cuma memberlakukan mata uang Rupiah hingga hari ini.

    “Pada awalnya yang diciptakan menjadi uang, tapi kemudian dianggap jadi komoditi. Ini bagiamana fiqihnya. Terus yang kedua, kita perlu melihat realitas yang lain. Kelemahan-kelemahannya. Bagaimana kita perlu menyikapi itu. Jadi, ini harganya nggak jelas, cepat naik turunnya. Ini gimana kita menyikapi hal itu. Tentu ini menjadi isu yang penting,” kata dia.

    BACA JUGA: 9 Fakta Khaby Lame, Si Raja TikTok dengan Tarif Rp2 M per Posting

    Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) ini juga menambahkan bahwa pihaknya masih perlu melakukan kajian-kajian yang lebih.

    "Kita bisa saja menggali di dalam forum Munas itu. karena ini isu panjang dan masih perlu kajian yang lebih serius,” ujar dia.

    Melansir Bitcoin.co.id aset kripto merupakan mata uang digital yang dibangun pada teknologi Blockchain. Mata uang kripto dapat dikirim ke seluruh dunia tanpa ada batas, layaknya mengirim email.