icon-category News

Musim Kemarau, 12 Ribu Warga Sukabumi Terdampak Kekeringan

  • 26 Jul 2019 WIB
  • Bagikan :

    Jumlah warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sukabumi mencapai sebanyak 4.358 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 12.570 jiwa. Belasan ribu penduduk ini tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

    "Data yang masuk baru tercatat sembilan kecamatan yang mengalami dampak kekeringan,’’ ujar Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, kepada wartawan Kamis (25/7).

    Sementara, desa yang terdampak kekeringan mencapai 18 dan kampung sebanyak 47 kampung. Menurut Daeng, jumlah penduduk terdampak sebanyak 4.358 KK yang terdiri atas 12.570 jiwa. Rata-rata laporan dari warga meminta untuk bantuan pasoan air bersih karena terdampak kekeringan.

    Selain itu lanjut Daeng, ada warga yang meminta pembangunan pipanisasi karena masih tersedia sumber air bersih. Laporan ini bersifat sementara karena diperkirakan masih ada kecamatan yang belum melaporkan dampak kekeringan.

    Dari data kekeringan kata Daeng, wilayah yang terdampak paling banyak adalah warga di Kecamatan Gegerbitung. Di wilayah itu ada empat desa yang terdampak yakni Desa Karangjaya, Cijurey, Gegerbitung, dan Caringin.

    Sementara kampung yang terdampak kekeringan mencapai 20 kampung. Jumlah warga terdampak kekeringan mencapai sebanyak 2.770 KK yang terdiri atas 9.358 jiwa.

    Kepala Seksi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman menambahkan, jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan diprediksi mencapai sebanyak 12 kecamatan dan 36 desa. Namun, yang sudah melaporkan secara resmi baru mencapai sembilan kecamatan dan 18 desa.

    Eka menerangkan, wilayah kekeringan yang sudah dipasok air bersih diantaranya Kecamatan Gunungguruh, Palabuhanratu, Gegerbitung, Cisolok dan Simpenan. Terakhir pendistribusian air bersih disalurkan ke Kampung Pasirkuda, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung.

    Pasokan air bersih yang diberikan mencapai 10 ribu liter atau dua tangki untuk satu desa. Menurut Eka, hingga pertengahan Juli 2019 ini BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 12 tangki.
     




    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini