icon-category Technology

NASA Bawa Sperma ke Stasiun Luar Angkasa, Buat Apa ya?

  • 10 Apr 2018 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id -- Awak astronaut membawa perlengkapan ilmiah, walkman, hingga makanan kering adalah hal wajar. Tapi kira-kira tujuannya apa ya, jika mereka yang sedang bertugas di antariksa dititipkan sperma dari Bumi?

    Saat ini, Stasiun Internasional Luar Angkasa (International Space Station/ISS) sedang dihuni oleh awak Expedition 55 yang terdiri dari enam astronaut laki-laki, yaitu Ricky Arnold, Oleg Artemyev, Drew Feustel, Norishige Kanai, Anton Shkaplerov, dan Scott Tingle.

    Pada pekan lalu, mereka menerima kiriman pasokan dan bahan-bahan eksperimen berbobot 2,6 ton dari Bumi menggunakan roket SpaceX Falcon 9.

    Dari sekian banyak pasokan yang dikirim, salah satu ‘barang titipan’ yang mereka terima adalah sampel sperma beku dari dua mamalia, yaitu manusia dan sapi jantan.

    Kamu boleh keheranan atau merasa tergelitik, namun tujuan NASA bisa dibilang cukup visioner gaes.

    Kamu tahu ‘kan, NASA sebagai badan antariksa sangat berambisi mengembangkan perjalanan panjang menuju planet lain -- dalam hal ini, Mars -- baik untuk penelitian hingga bermimpi agar peradaban manusia bisa hidup di luar Bumi di masa depan.

    Mengutip situs resmi NASA, Ames Research Center NASA di Silicon Valley, California membentuk investigasi khusus bernama Micro-11. Nah, Micro-11 ini tujuannya untuk meneliti reproduksi biologi di luar angkasa.

    So, dengan kata lain, sperma manusia yang dikirim dari Bumi itu akan diteliti oleh tim astronaut di ISS agar dapat mejawab misteri besar tentang apakah manusia dapat bereproduksi di lingkungan mikrogravitasi. Tentu saja hal ini akan menentukan apakah manusia dijamin gak akan punah jika tinggal di luar angkasa nantinya dapat terwujud beneran.

    Gimana caranya?

    Sebelum menjelaskan gimana caranya, ada alasan kenapa NASA memilih sperma sapi jantan yang akan diteliti bersamaan dengan sperma manusia.

    Dari penjelasan NASA, sperma sapi jantan menunjukkan perubahan pergerakan yang sama dalam hal kesuburan seperti sperma manusia. Namun, gerakan dan wujud sperma manusia lebih bervariasi.

    Jadi, pengukuran dari sperma sapi jantan akan membantu quality control penelitian ini supaya para peneliti dapat mendeteksi perbedaan tipis dari kedua jenis sperma.

    Nah, tentang cara penelitiannya, pertama tim astronaut harus mencairkan sperma beku tersebut dan menambahkan campuran bahan kimia khusus yang bisa memicu sperma tersebut aktif bergerak agar dapat segera membuahi sel telur.

    Tenang aja gaes, mereka tetap rapi kok melakukan penelitian ini. Alih-alih menguji coba di udara dengan cara asal, tim astronaut bakal memasukan sperma-sperma tersebut ke dalam Microgravity Science Glovebox.

    Mereka juga akan merekam video eksperimen tersebut dan mengirimnya ke Bumi agar dapat dianalisis oleh tim peneliti.

    Jadi secara keseluruhan, NASA berharap penelitian ini adalah awalan yang baik sebelum misi menuju Mars diwujudkan oleh peradaban manusia.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini