News

Netflix Masih Cari Cara Masuk Pasar Cina

  • 30 June 2016
  • Bagikan :
    |

    Netflix masih mengintip berbagai cara menggarap pasar ‘terlezat’ dari segi populasi, yaitu Cina. Hingga saat ini, layanan video streaming berbayar itu belum bisa masuk ke negara dengan jumlah penduduk terbanyak sejagad itu.

    “Karena Cina adalah pasar dengan peluang besar, kami tetap mencari cara untuk dapat masuk ke sana,” kata Chief Executive Officer Netflix Reed Hastings dalam konferensi pers di Korea Selatan seperti diberitakan Reuters, Kamis (30/6/2016).

    Netflix memang sedang giat melakukan ekspansi ke luar ‘markas’ mereka di Amerika Serikat (AS), sebagai respons atas pertumbuhan bisnis yang sudah melambat di Negeri Paman Sam. Pada Januari tahun ini, perusahaan mengumumkan rencana mempenetrasi 130 pasar baru di seluruh dunia.

    Proyeksi pertumbuhan pasar Netflix di AS pada kuartal kedua yang lebih kecil daripada perkiraan, semakin menggarisbawahi pentingnya membesarkan diri di luar negara tersebut. Sayangnya, langkahnya untuk memasuki Cina hinggi kini masih menemui jalan buntu karena regulasi ekstra ketat plus penyensoran yang terlampau banyak di Negeri Tirai Bambu.

    Dilaporkan, Netflix juga masih menemui berbagai tantangan untuk mengembangkan diri di pasar-pasar potensial Asia lain, semisal Korea Selatan dan Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan konten lokal yang sedikit dan hambatan regulasi.

    “Kelemahan terbesar Netflix menurut publik adalah pilihan tayangan konten lokal. Kami butuh waktu mempelajari pasar serta box office di tiap negara, tapi juga karena kami mesti mempelajari bagaimana masyarakat Korea Selatan menonton,” papar Chief Content Officer Ted Sarandos, meladeni pertanyaan soal strategi di ‘Negeri Ginseng’.



    Berita Terkait:



     
    Tags : netflix ekonomi bisnis Suara