Netflix Tergoda Tayangkan Piala Dunia 2030, Mahar Capai Rp17 Triliun

Highlight Artikel
- Piala Dunia 2030 diprediksi akan beralih tayang dari TV ke platform streaming seperti Netflix, YouTube, dan Disney.
- Platform-platform tersebut bersaing ketat dengan Fox dan ESPN untuk memperebutkan hak siar senilai USD1-2 miliar per turnamen.
- Pergeseran ini dapat mendorong harga hak siar lebih tinggi dan memperluas jangkauan penonton, namun menimbulkan kekhawatiran perubahan budaya menonton.
- Hak siar streaming ini kemungkinan besar hanya berlaku di wilayah tertentu, seperti Amerika Serikat dan Kanada, bukan secara global.
- Netflix sudah memegang hak siar Women World Cup, sementara YouTube menjadi partner konten untuk Piala Dunia 2026.
Uzone.id— Bukan
di TV lagi, nonton tayangan Piala Dunia kemungkinan akan beralih ke platform
seperti Netflix, YouTube dan Disney pada 2030 nanti. Hal ini amat sangat
mungkin terjadi karena platform tersebut sedang berjuang membeli hak tayang
kompetisi 4 tahunan tersebut.
Nilai Fantastis Hak Siar dan Persaingan Ketat
Mereka akan memperebutkan lelang bernilai miliaran dolar dengan penawaran diperkirakan akan dimulai dari angka USD1 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun hingga USD2 miliar atau Rp35,8 triliun per edisinya.
"Ini adalah jenis acara olahraga yang sempurna dan pastinya menarik minat Netflix," kata Elle Duncan, mantan pembawa acara ESPN, dikutip dari Yahoo Sports.
Ia melanjutkan, “Mereka (Netflix) hanya mendekati kompetisi dengan sikap ‘Kami menginginkan hal-hal yang bisa menjadi besar, istimewa, dan berbeda’ dan Piala Dunia persis seperti itu.”
Timeline dan Pemegang Hak Siar Sebelumnya
Diskusi dan
persaingan ini akan dimulai 3 bulan pasca Piala Dunia 2026 (yang selesai pada
19 Juli 2026) mendatang. Jika proses ini tidak mendapat extra time, FIFA
kemungkinan akan mengantongi nama baru pada Oktober mendatang setelah terakhir
kali melakukannya pada 2011 lalu.
Sebelumnya, Fox dan Telemundo berhasil menjadi pemilik
hak siar di Amerika Serikat dan Spanyol dengan mahar yang masih relatif murah dibandingkan
dengan edisi kali ini.
Fox dilaporkan membayar sekitar USD485 juta untuk hak siar
dalam bahasa Inggris sementara itu Telemundo–yang merupakan bagian dari
NBCUniversal, membayar sekitar USD600 juta untuk hak siar dalam bahasa Spanyol.
Pro dan Kontra Pergeseran Platform
Pergeseran peminat hak siar Piala Dunia dari TV menjadi platform streaming ini mendapat pro dan kontra dari beragam pihak. Dari sisi bisnis, hal ini bisa mendorong harga yang lebih tinggi dan jumlah penonton yang juga lebih meluas.
Sementara dari sisi pengalaman menonton, pengguna khawatir
bahwa nantinya Netflix akan mengubah ‘budaya’ tayangan sepakbola mulai
dari
Cakupan Hak Siar dan Keterlibatan Platform Streaming Saat Ini
Untungnya, hak siar ini hanya akan berlaku di beberapa
wilayah tertentu, khususnya seperti Amerika Serikat. FIFA sendiri tidak akan
menjual hak siar global turnamen tersebut, karena berbagai negara memiliki
peraturan yang mewajibkan Piala Dunia disiarkan secara gratis melalui siaran
televisi.
Netflix sendiri saat ini sudah memegang hak siar untuk
pertandingan Women World Cup 2027 dan 2031 khusus untuk Amerika Serikat dan
Kanada. Sementara itu YouTube juga sempat menjadi partner resmi FIFA untuk
menayangkan 10 menit pertama pertandingan, konten-konten highlight hingga
konten menarik seputar Piala Dunia 2026.
FAQ Artikel
Kapan Piala Dunia akan beralih ke platform streaming?
Tayangan Piala Dunia kemungkinan akan beralih ke platform streaming seperti Netflix, YouTube, dan Disney pada tahun 2030, dengan diskusi hak siar dimulai setelah Piala Dunia 2026.
Platform mana saja yang tertarik membeli hak siar Piala Dunia?
Netflix, Disney, dan YouTube akan bersaing dengan pemegang hak siar saat ini, Fox dan ESPN, untuk hak siar Piala Dunia 2030 dan 2034.
Berapa perkiraan nilai hak siar Piala Dunia untuk edisi 2030 dan 2034?
Lelang hak siar diperkirakan bernilai antara USD1 miliar (sekitar Rp17,9 triliun) hingga USD2 miliar (sekitar Rp35,8 triliun) per turnamennya.
Apakah pergeseran hak siar ini akan berlaku secara global?
Tidak, hak siar ini hanya akan berlaku di beberapa wilayah tertentu, khususnya Amerika Serikat dan Kanada, karena FIFA tidak menjual hak siar global dan banyak negara mewajibkan siaran gratis melalui TV.
Apa dampak pergeseran hak siar ini bagi penonton?
Dari sisi bisnis, dapat mendorong harga lebih tinggi dan jangkauan penonton lebih luas. Namun, dari sisi pengalaman menonton, ada kekhawatiran tentang perubahan budaya tayangan sepak bola.

